Warga Sorong Selatan Serahkan Satu Pucuk Senjata dan 49 Peluru ke TNI

TOTHEPOINT – Seorang warga sipil di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Mauser kepada Komando Distrik Militer atau Kodim 1807/Sorsel pada Rabu (9/6) lalu.

Warga itu juga menyerahkan sejumlah amunisi kepada Kodim 1807/Sorsel.

Komandan Kodim 1807/Sorsel, Letkol Inf Batara Alex Bulo saat dikonfirmasi Jubi pada Sabtu (12/6/2021) membenarkan informasi itu.

“Seorang laki-laki berumur 45 tahun, warga Kampung Moswaren Lama, Distrik Moswaren, datang ke Kodim 1807/ Sorsel, menyerahkan satu pucuk senjata Mauser dengan 49 butir peluru,” kata Batara.

Batara menyatakan penyerahan senjata api itu menunjukkan pihaknya mulai mendapatkan kepercayaan dari masyarakat setempat.

“Upaya pembinaan teritorial dan komunikasi sosial kami mulai membangkitkan kepercayaan warga terhadap TNI AD di Papua Barat ini,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron tidak menampik tradisi Suku Arfak di Kabupaten Pegunungan Arfak yang menjadikan senjata api peninggalan Perang Dunia II sebagai mas kawin (mahar).

“Bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Arfak, senjata Mauser masih dijadikan mas kawin, sarana pengamanan, juga untuk berburu,” kata ujarnya.

Meski demikian, Hendra mengingatkan penggunaan senjata api oleh warga sipil berpotensi menjadi ancaman terhadap situasi suatu daerah sehingga menjadi tidak kondusif. Ia menyatakan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi atas hal itu.

“Kami akan tingkatkan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat agar kebiasaan yang membahayakan keamanan bisa secara perlahan ditinggalkan,” kata Hendra.(*)