Wapres Ma’ruf: Terorisme Bukan Jihad Demi Kebaikan

TOTHEPOINT – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan tidak ada satu pun agama yang mengajarkan umatnya melakukan ekstremisme dan terorisme. Terorisme bukanlah bentuk dari jihad demi kebaikan.

Pesan Ma’ruf tersebut senada dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengatakan bahwa terorisme merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak berkaitan dengan agama apapun. Seluruh ajaran agama menolak terorisme.

“Saya juga ingin menegaskan kembali, bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan penganutnya untuk melakukan ekstremisme dan terorisme,” kata Ma’ruf, dalam acara Peluncuran Pelaksanaan Perpres Nomor 7 Tahun 2021 – Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE) yang disiarkan melalui YouTube Wakil Presiden Indonesia, Rabu (16/6/2021).

Ma’ruf menerangkan kalau dalam pandangan Islam, ekstremisme dan terorisme atas nama agama merupakan al-tatharruf al-dînî atau perbuatan yang berlebihan dalam beragama. Karena itu, ia menyebut kalau terorisme bukanlah perbuatan jihad yang sifatnya melakukan perbaikan (ishlâh) karena karakter dasar terorisme adalah merusak (ifsâd).

Di sisi lain, Ma’ruf menyadari bahwa bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi komunikasi serta informasi yang sangat dinamis. Implikasi dari itu menyebabkan arus informasi menyebar secara cepat melintas batas antarnegara, termasuk nilai-nilai radikalisme dan ekstremisme. “Proses rekrutmen juga terjadi melalui pemanfaatan media yang baru dengan segala derivasinya.”