Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Berantas Hoaks COVID-19

TOTHEPOINT –Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan, hoaks yang beredar terkait COVID-19 mesti terus disuarakan. Tujuannya agar masyarakat bisa memahami dan mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

“Pada titik krusial dimana kita membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam mematuhi kebijakan pengendalian COVID-19, gangguan informasi yang berpotensi menciptakan keraguan di tengah masyarakat harus dilawan dengan informasi yang benar dan mudah dipahami,” ugnkap Lestari Moerdijata, Senin (28/6/2021).

Ia menekankan saat ini merupakan titik krusial bagi bangsa Indonesia, untuk mengatasi ledakan kasus positif COVID-19. Sejumlah fasilitas kesehatan di berbagai wilayah, lanjut Lestari, sudah mencapai kapasitas maksimal untuk merawat pasien COVID-19.

Lestari mengingatkan pengendalian COVID-19 membutuhkan sinergi antara pemangku kepentingan dan masyarakat. Ia menyebut kegagalan dalam menangani lonjakan kasus positif COVID-19 saat ini, akan berdampak berkepanjangannya pandemidi negeri ini.

Ia pun mendesak para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan memasifkan sebaran narasi-narasi yang memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan pengendalian COVID-19 yang dijalankan pemerintah.

Ujaran atau narasi hoaks terkait COVID-19 yang beredar masif di tengah masyarakat, lanjut Lestari, harus terus dilawan. Jangan sampai narasi hoax lebih dipercaya daripada narasi dari pemerintah.

Ia mengulas, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat per 10 Maret 2021 terdapat 1.470 isu hoaks terkait COVID-19. isu tersebut beredar pada rentang waktu 23 Januari 2020 hingga 10 Maret 2021.

Hingga akhir Januari 2021, Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, telah memblokir 1.900 sebaran berita hoaks terkait pandemi COVID-19. Namun, menurut Lestari narasi-narasi hoax terus diproduksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Narasi melawan hoaks yang lugas dan efektif, diyakini Lestari membuat tingkat kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun tidak tergerus dampak narasi-narasi hoax yang tidak bertanggungjawab.