Vaksinasi Corona Terhambat Karena Banjir, Australia Mengalami Banjir Terparah dalam 50 Tahun Terakhir

Tothepoint.id– Hujan deras di sepanjang pantai timur Australia selama akhir pekan menyebabkan banjir. Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam 50 tahun terakhir. Akibat banjir ini, ratusan rumah rusak, ribuan orang mengungsi.

Ahli meteorologi Australia memperkirakan hujan akan terus berlanjut selama beberapa hari kedepan. Cuaca ekstrem tersebut juga mempengaruhi pengiriman vaksin COVID-19 dan menghambat rencana vaksinasi dosis pertama ke hampir 6 juta orang di wilayah New South Wales.

Regulator obat-obatan Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA), telah memberikan persetujuan darurat untuk vaksin AstraZeneca. Australia bahkan telah membeli 50 juta dosis vaksin AstraZeneca untuk diproduksi secara lokal.

Gladys Berejiklian, Perdana Menteri New South Wales, mengatakan, hujan lebat yang merata di seluruh negara bagian rupanya lebih buruk dari perkiraan semula. Terutama untuk daerah dataran rendah di barat laut Sydney.

“Kami sebelumnya berharap ini hanya akan menjadi peristiwa terparah dalam 20 tahun terakhir. Namun sepertinya ini menjadi peristiwa terparah dalam 50 tahun terakhir,” kata Berejiklian dilansir Reuters, Minggu, 21 Maret.

Karena arus air yang deras, warga yang berada di bagian barat laut Sydney telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah . Sekitar 4.000 warga lainnya kemungkinan juga akan segera diinstruksikan untuk evakuasi.

Rekaman amatir dan siaran televisi menunjukkan banyak rumah dan infrastruktur jalan rusak. Beberapa jalan utama ditutup. Perdana Menteri Scott Morrison akan memberikan bantuan keuangan bagi mereka yang terdampak.

Sebelum banjir, Australia sempat dilanda kebakaran hutan dahsyat pada akhir 2019 dan awal 2020. Hampir 7 persen lahan di NSW ludes terbakar.