Twitter Blue Hadir di Kanada dan Australia

The Twitter logo is seen on a phone in this photo illustration in Washington, DC, on July 10, 2019. - Twitter is moving to filter out inappropriate content based on religion as part of its effort to curb hate speech. In a policy update on July 9, 2019, Twitter said it would take down "dehumanizing language" that targets specific religious groups.Examples shown by Twitter that would be removed would be description of a members of a religion as "disgusting" or "filthy animals." (Photo by Alastair Pike / AFP) (Photo credit should read ALASTAIR PIKE/AFP/Getty Images)

TOTHEPOINT – Twitter Inc resmi mulai memberikan layanan berbayar Twitter Blue, dimulai di Kanada dan Australia, yang dilengkapi berbagai fitur khusus.

Twitter Blue, dikutip dari Reuters, Jumat, memberikan tombol “undo” untuk menyunting salah ketik di cuitan. Pengguna yang berlangganan platform ini diberikan waktu 30 detik untuk menyunting cuitan sebelum diunggah.

Fitur premium lainnya, yang hanya ada untuk layanan berlangganan, berupa folder untuk bookmark agar konten yang disimpan lebih mudah ditemukan.

Twitter Blue juga menyediakan fitur agar utasan, thread, lebih mudah dibaca lewat mode pembaca atau reader mode.

Biaya berlangganan Twitter Blue di Kanada sebesar 3,49 dolar Kanada (sekitar Rp41.200) dan 4,49 dolar Australia (sekitar Rp49.800).

Twitter Blue juga sudah memiliki harga berlangganan di Amerika Serikat, seharga 2,99 dolar atau setara dengan Rp42.820, namun, Twitter belum memastikan kapan layanan berbayar ini akan hadir di negara tersebut.

Kabar mengenai Twitter Blue berbayar pertama kali diungkap peneliti aplikasi Jane Manchun Wong.

Twitter Blue merupakan salah satu cara platform mikrobolog tersebut untuk menambah pendapatan perusahaan, selain mulai menawarkan iklan di sejumlah fitur Twitter.(*)