TPNPB-OPM Ajak Pemerintah Dialog Selesaikan Masalah Papua

TOTHEPOINT – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menolak ajakan Polri untuk berdialog bersama kepala daerah menyelesaikan masalah dan kembali membangun Papua.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, dialog yang dinantikan oleh pihaknya adalah bersama Presiden Republik Indonesia Joko “Jokowi” Widodo dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“TPNPB-OPM tidak bisa bicara dengan orang bawahan seperti kepala daerah, karena TPNPB mempunyai kedudukan yang tinggi, maka layak duduk di meja perundingan dengan Presiden Indonesia,” kata Sebby, Selasa (1/6/2021).

1. Masalah Papua menurut TPNPB-OPM harus diselesaikan melalui mekanisme PBB

Sebby menjelaskan, kepala daerah di empat wilayah yang rawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) seperti Intan Jaya, Puncak, Nduga dan Mimika, tidak punya kapasitas berunding dengan TPNPB-OPM atas nama rakyat Papua.

“Karena masalah Papua adalah sengketa internasional yang belum tuntas, oleh karena itu masalah status politik West Papua (Papua Barat) harus kembali dibicarakan di PBB melalui mekanisme PBB,” ujar dia.

2. Polri ajak KKB turun dari gunung untuk berdialog

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, dalam masa perpanjangan Satuan Tugas Operasi Nemangkawi akan memperbanyak kegiatan soft approach.

Termasuk meminta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) turun dari tempat persembunyiannya di gunung untuk melakukan dialog.

“Kita mengajak kepada teman-teman (KKB) yang sekarang masih di gunung, tidak mau turun, kita ajak. Sama-sama kita ajak kepada Pemda, kepada tokoh adat ayo kita ajak turun (KKB), bangun daerahnya,” kata Argo, Senin (31/5/2021).

3. Polri bersama kepala daerah telah berdialog untuk mendengarkan aspirasi KKB

Setidaknya ada empat kabupaten yang masih rawan adanya operasi 9 kelompok teroris KKB Papua. Keempat kabupaten itu adalah Intan Jaya, Puncak, Nduga dan Mimika.

Menurut Argo, pihaknya telah mengumpulkan kepala daerah di empat wilayah yang masih rawan tersebut. Hal itu untuk mendengarkan aspirasi dari KKB Papua.

“Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada bapak bupati, para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Bupati ini kita ajak, kita ajak dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di sana. Apa yang dimau oleh masyarakat itu apa, terutama KKB,” kata Argo.

“Intinya bahwa para bupati itu kita ajak, kita dialog kita ajak ngomong untuk menyelesaikan masalah. Jadi siapa tahu nanti dari kelompok yang ada di Papua sana bisa turun dan dia bergabung membangun Papua lebih baik,” sambungnya.(*)