TNI Ungkap Fakta Baru Soal MIT Poso dan Keterlibatan Teroris Kelompok Qatar

TOTHEPOINT – Komandan Komando Daerah Resor Militer 132 Tadaluko Brigjen TNI Farid Makruf menyebut kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora ingin menyerahkan diri.

Hal tersebut diketahui setelah mereka terluka usai kontak senjata dengan anggota Satuan Tugas Madago Raya pada 22 Maret 2021 lalu.

Namun demikian, rencana penyerahan diri itu batal karena dihalangi oleh kelompok Qatar.

Menurutnya, Qatar adalah kelompok MIT lainnya di Poso, Sulawesi Tengah, yang memiliki empat orang anggota, yaitu Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh, Askas alias Jadi alias Pak Guru, dan Jaka aka Ramadan alias Ikrima alias Rama.

“Mereka (kelompok Ali Kalora) itu sebenarnya sudah mau turun kampung dan mau menyerah. Jadi yang mau menyerah itu Ali Kalora, Rukli, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang,” kata Farid dilansir dari Kompas.

“Dua bulan lalu, ketika Ali Kalora menyatakan akan menyerah, Qatar yang justru menghalangi keinginannya,” sebut Farid.

Identitas kelompok Qatar Farid mengatakan, Qatar bergabung dengan kelompok teroris tersebut saat Santoso alias Abu Wardah masih hidup.

Saat itu, Qatar terlibat aktif dalam pelatihan milisi yang digelar Santoso. Setelah Santoso tewas ditembak aparat pada 18 Juli 2016, kelompok tersebut kemudian dipimpin oleh Ali Kalora.

Belakangan, kelompok Ali Kalora pecah menjadi dua setelah munculnya kelompok Qatar. Dari identifikasi yang dilakukan aparat, kelompok Qatar yang terlibat dalam dua peristiwa pembunuhan warga sipil di Poso baru-baru ini.(*)