Tim Mitigasi IDI Dorong Pemerintah Berlakukan PSBB Ketat

TOTHEPOINT –Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti lonjakan kasus harian positif Covid-19 yang mencapai lebih dari 20 ribuan kasus pada 26 Juni 2021. Jumlah ini meningkat drastis dibanding pekan sebelumnya yang berkisar pada belasan ribu kasus.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi menyampaikan keprihatinan tentang keterisian ruang isolasi dan ruang khusus (ICU) sudah di atas 90 persen. Juga informasi tentang terjadinya penumpukan dan antrian panjang di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terutama di kota-kota besar. Bahkan, kata dia, terdapat laporan pasien yang meninggal saat tiba di IGD.

“Setidaknya lebih dari 24 kabupaten/kota melaporkan keterisian ruang isolasinya di atas 90 persen. Bed occupation rate (BOR) untuk ICU dari berbagai RS sudah mendekati angka 100 persen,” jelas Khumaidi dalam konferensi pers daring.

Khumaidi menambahkan kondisi tersebut diperparah dengan dokter dan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan perlu menjalani perawatan atau isolasi mandiri. Tim Mitigasi IDI Khawatir kondisi ini dapat menyebabkan rumah sakit kolaps jika tidak ada penanganan yang tegas dari pemerintah.

“Sudah terdapat varian baru COVID-19 di berbagai kota di Indonesia. Varian baru tersebut terutama varian Delta memiliki karakteristik yang lebih mudah menyebar, menyerang segala usia tanpa perlu ada komorbid, lebih memperberat gejala, lebih meningkatkan kematian dan menurunkan efektifitas vaksin,” tambahnya.