Tiga Jenderal Kopasus yang Ditakuti OPM, Siapa Mereka?

Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) merupakan kelompok elit dari TNI AD yang terkenal sangar di depan musuh-musuh negara. Terutama, gerakan separatis-yang belakangan dinilai sebagai teroris, Organisasi Papua Merdeka (OPM).Kopassus sendiri pernah memiliki sejarah panjang bersama OPM, hingga ada tiga orang Perwira Tinggi Kopassus yang menjadi sosok yang dibenci sekaligus ditakuti oleh OPM kala menjabat sebagai Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih.

Berikut 3 Perwira Tinggi (Pati) Kopassus yang menjadi sosok dibenci sekaligus ditakuti oleh OPM:

1. Letjen TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo

Sosok jenderal bintang tiga ini jelas punya banyak jasa bagi NKRI. Bagaimana tidak, Sarwo Edhie Wibowo adalah salah satu putra terbaik TNI Angkatan Darat yang tak hanya ikut dalam Perang Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, 25 Juli 1925, juga berperan besar dalam operasi penumpasan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sarwo Edhie lebih dulu menjabat sebagai Danjen Kopassus, atau yang dulu dikenal dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Sarwo Edhie menduduki posisi Danjen Kopassu saat pangkatnya masih Kolonel TNI.Setelah sempat menjadi Pangdam I/Bukit Barisan (BB) periode 25 Juni 1967 hingga 2 Juli 1968, baru lah Sarwo Edhie dipercaya memegang tongkat komando di Pangdam XVII/Cenderawasih. Ia menduduki posisi itu mulai dari 2 Juli 1968 hingga 20 Februari 1970.

Seperti yang diketahui, Sarwo Edhie adalah ayah dari Ibu Negara RI ke-6, Kristiani Herrawatim (Ani Yudhoyono) dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI (Purn.) Pramono Edhie Wibowo.

Selain itu, Sarwo Edhie juga adalah ayah menantu Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono, serta kakek Mayor TNI (Purn.) Agus Harimurti Yudhoyono.

2. Jenderal TNI (Purn.) Wismoyo Arismunandar

Jebolan Akademi Militer Nasional (AMN) yang kini menjadi Akademi Militer (Akmil) tahun 1963 ini juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di TNI Angkatan Darat.Wismoyo yang merupakan adik ipar Presiden RI ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto, menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada April 1983 hingga Mei 1985.

Setelah dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam IX/Udayana, Wismoyo sempat menjadi Pangdam IV/Diponegoro pada 1988 hingga 1990. Setelah itu, Wismoyo ditunjuk sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, yang saat itu masih bernama Kodam VIII/Trikora.

3. Letjen TNI (Purn.) Tarub

Namanya memang tidak terlalu dikenal publik seperti Sarwo Edhie atau Wismoyo. Namun di kalangan TNI Angkatan Darat, sosok Letjen TNI (Purn.) Tarub sangat dihormati sebagai seorang prajurit tempur terbaik.

Besar di satuan elite Kopassus, Tarub dipercaya menjadi Wakil Danjen Kopassus pada 1989 hingga 1992. Saat itu, Tarub berpangkat Kolonel dan menjadi orang nomor dua di Kopassus setelah Brigjen TNI Kuntara.Setelah Kuntara purna tugas, Tarub naik menggantikannya. Pria asli Malang ini menjabat posisi Danjen Kopassus mulai Juli 1992 hingga Juli 1993. Setelah itu, Tarub naik pangkat menjadi Letnan Jenderal (Letjen) TNI dan mendapat posisi baru sebagai Pangkostrad.

Menjabat sebagai Pangkostrad selama hampir 2 tahun, Tarub kemudian dipercaya untuk memegang posisi sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) 1996 hingga memasuki masa pensiun pada 1998.(*)