Tawarkan Proyek Sulsel ke Pengusaha, Penyuap Nurdin Abdullah Minta Rp 1 M

TOTHEPOINT – Pengusaha Agung Sucipto alias Anggu,  terdakwa penyuap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah disebut pernah menawarkan proyek irigasi  ke pengusaha lain di Kabupaten dan meminta dana Rp 1 miliar.

Hal ini diakui pengusaha yang ditawari proyek irigasi di Sinjai oleh Anggu, yakni Komisaris PT Purnama Karya Nugraha, Harry Syamsuddin saat menjadi saksi di sidang terdakwa Anggu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (17/6/2021).

Awalnya, Jaksa KPK bertanya kepada Harry soal awal mula Anggu meminta uang Rp 1 miliar kepadanya. Harry mengatakan, pada 26 Februari 2021 lalu dia diminta oleh Anggu untuk bertemu di salah satu kafe di Makassar, dan dia pun pergi menemui Anggu.

“Jadi saudara akhirnya melakukan pertemuan dengan terdakwa. Pada saat saudara jadi melakukan pertemuan dengan terdakwa, apa yang dibicarakan?” tanya Jaksa KPK kepada Harry.

Harry menjawab, pertemuannya dengan Anggu saat itu membahas terkait masalah keluarga dan soal dana Rp 1 miliar untuk proyek. “Cerita soal Rp 1 miliar untuk proyek,” kata Harry.

Harry melanjutkan, 5 hari sebelum bertemu Anggu pada 26 Februari, Anggu memang sempat menelepon dirinya dan meminta dana Rp 1,5 miliar. Namun Harry hanya menyanggupi Rp 1 miliar, itu pun akan diberikan kepada Anggu setelah cair dana kreditnya dari bank.

“Kebetulan bisa (cair uang dari bank), yang cair itu Rp 5 miliar 500 Juta, yang dikasih ke Pak Agung Rp 1 miliar 50 juta,” kata Harry.

Diakui oleh Harry, dirinya dengan Anggu merupakan kerabat dekat sehingga sering saling meminjam uang, termasuk Rp 1 miliar 50 juta yang diberikan kepada Anggu. Tapi, pada pertemuan di kafe pada 26 Februari lalu, keduanya memang sempat membahas proyek di Pemprov Sulsel. “Pernah saya dengar di Sinjai itu ada (dana) bantuan provinsi pengerjaan irigasi (tahun 2021). Dia bilang ‘saya (Agung Sucipto) bisa bantu dapatkan'” kata Harry.

Harry yang mengaku tidak mengenal banyak orang di Pemprov Sulsel berharap Anggu dapat membantunya mendapatkan proyek irigasi tersebut. Harry melalui melalui direktur perusahaannya, Abd Rahman memang sempat menitipkan proposal proyek irigasi di Sinjai ke Pemprov Sulsel.

“Dia (Anggu) kan cuma siap bantu, jadi saya bilang tolong dibantu saya karena kan tidak kenal orang-orang di Provinsi,” kata Harry.

Dalam sidang, Hakim Ketua Ibrahim Palino bertanya ke Harry soal maksud memberikan uang Rp 1 miliar kepada Anggu. Sebab, dalam pernyataannya Harry mengaku memberikan uang itu karena dia dan Anggu kerabat dekat. Tapi hakim tidak terima begitu saja dengan pernyataan Harry.

“Kamu kasih uangnya, apakah ada udang di balik batu, apakah ada tujuan saudara mendapatkan proyek. Kau kasih uang Rp 1 miliar 50 juta, apakah itu supaya kamu dapat proyek,” tanya Hakim Ketua Ibrahim Palino kepada Harry.

Harry pun mengakui, uang itu diberikan kepada Anggu agar Anggu dapat membantunya agar dapat membantunya mendapat proyek irigasi di Sinjai. “Pengharapan-nya begitu Yang Mulia,” jawab Harry.

Hakim kembali menanyakan kepada Harry, apakah uang itu diharapkannya dapat diteruskan ke penentu pemenang tender proyek di Sulsel. “Menurut saudara, kamu kasih uang itu, kan bukan Pak Agung, apakah dalam hatimu saya kasih untuk diteruskan kepada orang yang menentukan?” tanya hakim lagi.

Harry lantas membenarkan pertanyaan hakim kepadanya, bahwa uang Rp 1 miliar tersebut dapat diteruskan kepada penentu pemenang tender proyek di Pemprov Sulsel. Tapi Harry menegaskan dia tidak pernah menyebut agar uang itu diteruskan kepada Nurdin Abdullah. “Tidak pernah (menyebut diteruskan kepada Nurdin Abdullah),” tegasnya.