Tangkal Perempuan Jadi Ekstremis, Begini Jurus Bupati Banyuwangi

TOTHEPOINT-Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai perempuan harus dilibatkan dalam pencegahan paham ekstremisme di masyarakat. Terlebih, orang nomor satu di Banyuwangi ini melihat ada tren pelibatan perempuan yang semakin besar dalam ekstremisme.

“Dulu kaum perempuan hanya pasif, sekarang ada pergeseran, mulai dari penggalang dana, mencari kader baru, sampai jadi pelaku,” ujarnya dalam forum “Open Mic” bertema “Solidaritas Makassar: Suara Perempuan Indonesia Melawan Ekstremisme Kekerasan” seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (4/4/2021).

Menurut Ipuk,transfer ajaran radikalisme ke anak-anak juga bisa dimulai dari ibu. Oleh karena itu, perspektif gender harus masuk dalam kerja-kerja penanggulangan terorisme. Di Banyuwangi, ia akan mengonsolidasikan PKK yang mempunyai jaringan hingga RT untuk terlibat dalam pendidikan anti-radikalisme sejak dini dari keluarga. Lalu, berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan untuk bersama-sama dalam gerakan melawan ekstremisme ini.

Ia juga akan menyiapkan program pemberdayaan keluarga berbasis Dasa Wisma di Banyuwangi, pemberdayaan skala kecil 10 sampai 20 rumah tangga. Mereka diberdayakan dari sisi ekonomi dengan pemanfaatan lahan pekarangan, pendidikan dengan memantau anak-anak usia sekolah, kesehatan dengan deteksi awal penyakit, dan lingkungan dengann pemilahan sampah.

“Saya yakin, sangat yakin, semakin perempuan terlibat aktif di ruang publik, dia semakin inklusif karena berinteraksi dengan banyak perspektif dan secara otomatis mengikis paham-paham radikalisme, ekstremisme, dan sebagainya,” kata bupati Banyuwangi.

Ia juga akan menyiapkan program pemberdayaan keluarga berbasis Dasa Wisma di Banyuwangi, pemberdayaan skala kecil 10 sampai 20 rumah tangga. Mereka diberdayakan dari sisi ekonomi dengan pemanfaatan lahan pekarangan, pendidikan dengan memantau anak-anak usia sekolah, kesehatan dengan deteksi awal penyakit, dan lingkungan dengann pemilahan sampah.

“Saya yakin, sangat yakin, semakin perempuan terlibat aktif di ruang publik, dia semakin inklusif karena berinteraksi dengan banyak perspektif dan secara otomatis mengikis paham-paham radikalisme, ekstremisme, dan sebagainya,” kata bupati Banyuwangi.