Soal MIT Poso, Danrem: Pemda Jangan Diam, Libatkan Diri

TOTHEPOINT – Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf meminta penanganan MIT Poso jangan hanya dilakukan oleh TNI Polri, namun keterlibatan Pemerintah Daerah (Pemda) yang utama.

“Dalam penanganan MIT ini bukan hanya TNI Polri tapi Pemerintah Daerah juga. Pemda dan yang lainnya harus proaktif dan bukan hanya diam, ibarat lepas tangan dalam persoalan keamanan di Poso,” kata Danrem, Selasa (18/5).

Danrem mengatakan, peran Pemda dalam penanganan MIT sangat dibutuhkan. Pemda harus membantu dalam hal sarana prasarana. Membantu pemulihan ekonomi warga di daerah-daerah terpencil pada khususnya yang dianggap rawan disusupi kelompok-kelompok tertentu yang inginkan daerah ini tidak aman.

Selain itu, Pemda proaktif ikut mensosialisasikan bahaya tindakan radikalisme di tengah masyarakat. Dan mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan lain-lainnya untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Menurut mantan Danbrigif 13/Galuh, Jawa Barat itu, dalam operasi MIT di Poso ini aparat keamanan TNI Polri tidak akan berhenti du melakukan operasi selama mereka tidak menyerahkan diri dengan baik-baik.

“Perintah Presiden ke TNI Polri, selesaikan MIT Poso, agar masyarakat bisa hidup aman dan tentram,” katanya.Dan atas perintah Presiden tersebut, tambah Danrem, pihaknya bersama Polri tak pernah kendor dan terus mengejar mereka (MIT).

Danrem meminta kepada masyarakat Poso khususnya agar dapat membantu aparat keamanan sehingga kasus MIT ini segera selesai. Masyarakat diminta jangan terus menjadi simpatisan mereka. Sebab sepenuhnya kelompok MIT tersebut merupakan warga di luar Poso yang tidak menginginkan Poso itu aman.

“Berhentilah jadi simpatisan. Jangan mau diadu domba dengan orang luar Poso. Pok MIT kumpulan teroris dari luar Poso, mengacaukan Poso dengan mengatasnamakan agama Islam,” katanya.

Disinggung soal komentar miring yang dilontarkan masyarakat terhadap kinerja aparat keamanan yang bertugas dalam Operasi Madago Raya, ia mengatakan tak seharusnya aparat yang bertugas di lapangan disalahkan.

Menurutnya, aparat sudah bekerja. Namun kesulitannya masih banyaknya masyarakat yang menjadi simpatisan sehingga selalu membantu mereka (MIT) dalam hal informasi, logistik dan serta membocorkan informasi soal gerakan aparat yang hendak memburunya.(*)