Seru, Berbelanja Di Pasar Tradisional Papua

Tothepoint.id, Papua – Belum lengkap rasanya jika tidak pergi ke pasar tradisional di suatu daerah yang kita kunjungi. Setiap pasar mempunyai ciri khas berbeda-beda. Barang yang dijual pun variatif, metode jual beli pun juga demikian. Begitu pula dengan pasar tradisional Papua memilki keunikkannya.

Menurut Hari Suroto, Peneliti Arkeologi Papua. Ketika kita pergi ke pasar Papua akan kita temui mama-mama Papua yang menjual berbagai dagangan. Mulai dari kerajinan tangan, hasil bumi, dan masih banyak yang lainnya. Wisatawan jika ke sana bisa melihat bagaimana keadaan pasar itu, melihat interaksi sosial masyarakat saat berjual beli.

“Ciri khas pasar tradisional di Papua adalah mama-mama Papua berjualan lesehan beralaskan karung bekas,”kata hari.

Mereka menjual hasil bumi seperti ubi, keladi, buah-buahan, dan sayuran. Ada pula kita temukan orang-orang yang menjual noken (tas khas Papua), binatang hasil berburu, dan ikan dari laut. Semuanya hasil dari usaha masyarakat setempat.

“Hasil kebun yang dipanen hari itu, dijual pada hari itu juga,” kata Hari Suroto. “Mereka membawa barang ke pasar seperlunya saja, sesuai kemampuan mereka memuat dalam noken.” Esok pagi pergi ke kebun lagi dan sore ke pasar. Begitu aktivitas keseharian mereka.

Masyarakat Papua sendiri uniknya menolak para pengepul dagang untuk memborong jualannya. Mereka lebih suka membawa barang dagangan sendiri ke pasar dan menjualnya sendiri. Karena, menurut mereka berjalan ke pasar tradisional dan menjual barang dagangannya bukan hanya sekedar aktivitas ekonomi. Namun, ada aktivitas sosial di sana. Bertemu dengan sanak saudara juga merupakan hal yang diinginkan oleh orang-orang Papua.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke pasar tradisional bisa membeli barang dagangan mama-mama Papua ini. Hanya saja, jangan coba-coba menawar. Menurut Hari, mama-mama Papua yang berjualan akan bertahan pada harga yang dia patok. “Malah terkadang pembeli yang diomeli karena dianggap tidak menghargai usaha mereka yang susah payah menanam, merawat hingga panen, memanggul hasil panen dengan noken, dan tentu saja berjalan kaki dari kampung sampai ke pasar di kota,” ucapnya.

Sementara itu pembeli dilarang tawar-menawar. Walau barang dagangan jadinya tak laku habis. Mama-mama Papua khususnya akan memberi gratis barang dagangannya kepada orang-orang terdekat di lokasi pasar. Bagi mereka ketimbang membawa barang dagangan pulang ke rumah berat-berat lebih baik diberikan kepada orang-orang dekat pasar yang membutuhkan.

https://travel.tempo.co/read/1412017/tips-wisatawan-belanja-di-pasar-tradisional-papua-tak-menawar-tapi-dapat-bonus