Sepanjang 2020, Angka Kematian di 29 Negara Kaya Meningkat 1 Juta

 TOTHEPOINT – Studi internasional teranyar menunjukkan penambahan nyaris satu juta kematian di 29 negara kaya selama 2020. Angka ini di luar kematian akibat Covid-19.

“Hasil studi menunjukkan secara keseluruhan, sekitar 979 ribu kematian tambahan terjadi pada 2020 di 29 negara yang dianalisis,” demikian bunyi kesimpulan riset yang dipimpin oleh lembaga Departemen Kesehatan Populasi Nuffield (NDPH), Inggris, tersebut.

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (19/5) itu,NDPH menjabarkan bahwa dari 29 negara, hanya Selandia Baru, Norwegia, dan Denmark yang tak mengalami peningkatan kematian selama 2020.

Dari ketiga negara itu, hanya Selandia Baru yang angka kematiannya bahkan turun 2.500 dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah tambahan kematian terbanyak dialami oleh Amerika Serikat (sekitar 458 ribu), Inggris (94.400), Italia (89.100), Spanyol (84.100), dan Polandia (60.100).

Peningkatan kematian di negara-negara tersebut terjadi pada segala usia. Terlepas dari usia, penambahan kematian lebih banyak pada pria ketimbang perempuan.

Kebanyakan negara melaporkan kematian lebih banyak saat puncak pandemi Covid-19 pada 2020, yaitu Maret-Mei dan Oktober-Desember.

“Di kebanyakan negara, jumlah kematian bukan karena Covid-19 lebih tinggi ketimbang kematian akibat Covid-19,” tulis NDPH.

Laporan itu berlanjut, “Data ini mengindikasikan bahwa banyak negara tak melaporkan semua kematian akibat Covid-19 dan/atau memang mengalami peningkatan kematian yang tak berkaitan dengan Covid-19.”

Di akhir laporan itu, NDPH menyatakan bahwa seluruh negara yang diteliti menunjukkan penurunan kematian di usia di bahwa 15 tahun.

“Ini bisa jadi karena cedera juga berkurang (contohnya, dari kecelakaan mobil) dan/atau perubahan gaya hidup dan faktor lingkungan selama lockdown (seperti pengurangan polusi udara),” tulis NDPH.(*)