Sembilan Preman dan Seorang Pengacara Sewaan Mafia Tanah ditangkap Polisi.

ERA.ID
ERA.ID

Tothepoint.id- Polisi menangkap 10 orang yang disewa untuk menjaga lahan di Jalan Bungur Raya nomor 50, Kemayoran, Jakarta Pusat. 10 iorang tersebut seorang pengacara dan 9 preman. Kepolisian menyebut penangkapan mereka terkait dengan mafia tanah.

“Bermula dari laporan masyarakat ke kami adanya aksi premanisme terkait dugaan mafia tanah. Laporan diterima 3 Maret 2021. Kejadiannya tanggal 25 Februari 2021,” ujar AKBP Burhanudin selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat saat konferensi pers pada Selasa, 9 Maret.

Masyarakat resah karena mafia tanah mengklaim lahan yang masih diyempati oleh warga. Masayarakat juga diintimidasi oleh preman tersebut dan dipaksa menandatangani surat pengosongan lahan.

“Mereka pagar lokasi yang diklaim. Mereka juga melakukan penutupan terhadap akses jalan masyarakat dengan menggunakan seng,” jelas Burhanudin.

Para preman tersebut memasang plang bertuliskan ‘Tanah Ini Milik Induk Koperasi Kopra Indonesia Dikuasakan kepada Antonius Djuang, SH dan Rekan’. Setelah diselidiki lebih lanjut diketahui Antonius adalah orang yang menyewa para preman itu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan kita, sudah melebihi tugas yang seharusnya yang bersangkutan (Antonius) lakukan. Sehingga yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Burhanudin.

“Dialah yang menyuruh rekan-rekannya untuk datang dan menududuki lokasi tersebut,” jelas Burhanudin.

Antonius menyewa jasa 20 orang preman. Akan tetapi, saat petugas mendatangi lokasi tersebut hanya terdapat delapan orang yang berada ditempat sehingga diamankan petugas. Mereka ialah HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, dan LR.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 335 KUHP.

Saat ini polisi masih menyelidiki pemberi kuasa dan pihak yang mengaku memiliki lahan tersebut.

“Lagi kami dalami. Pasti akan kami tindak,” tegas Burhanudin