Selain Buru KKB, Pasukan Rider TNI Juga Wajib Lindungi Masyarakat Papua

TOTHEPOINT – Demi memastikan kesiapan tugas operasi yang akan dilaksanakan satuan jajaran, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa melakukan pemeriksaan kesiapan operasi 2 Kompi Satgas Pamrahwan Yonif RK 762/VYS2021, dalam suatu upacara yang berlangsung di lapangan upacara Yonif RK 762/VYS, Sorong, Papua Barat. Selasa, (25/5/2021).

Dalam rilis tertulis Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Kamis (27/5/2021) disampaikan sebelum melaksanakan pemeriksaan kesiapan operasi tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari terlebih dahulu menerima paparan dari Danbrigif 26/GP, Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi selaku penanggung jawab kesiapan satuan.

Dikatakan Pangdam, pengamanan daerah rawan yang diemban oleh prajurit Yonif RK 762/VYS ini adalah sebuah tugas dan tanggung jawab yang besar dan berat, maka tidak boleh main-main dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta harus selalu fokus terhadap tugas untuk menjaga stabilitas keamanan, menetralisir berbagai ancaman keamanan dari kelompok separatis bersenjata, kelompok Teroris OPM, yang telah menunjukkan kebrutalannya melalui berbagai aksi separatis terorisme dan kejahatan terkoordinasi, untuk memisahkan diri dari bingkai NKRI.

“Kalian tidak boleh kalah dengan mereka, tetap waspada dan jangan lengah, karena pasukan sehebat apapun apabila lengah maka “selesai” (habis/kalah). lindungi, jaga, dan selamatkan rakyat kita yang jauh dan terpencil,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam menekankan agar para Perwira dan Komandan memahami tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga dapat menjelaskan kepada anggotanya setelah berada di pos masing-masing, agar mengorientasi medan dan mengenali lingkungan sekitar.

“Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan buka komunikasi dengan masyarakat dan baik-baik dengan mereka. Ingat, pedomani, dan amalkan 8 wajib TNI yaitu jangan menyakiti rakyat, namun justru kalian harus mampu menjaga dan melindungi rakyat dari berbagai ancaman yang ada,” ucap Pangdam.

Pangdam mengungkapkan bahwa permasalahan yang terjadi di daerah operasi sangat kompleks dan berpotensi menjadi tempat lintas pelaku kejahatan hingga separatisme. Untuk itu, dirinya mengharapkan kehadiran prajurit Yonif RK 762/VYS ini dapat menciptakan kondisi yang kondusif sehingga dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat setempat.

Mengakhiri amanatnya, Pangdam menyampaikan atensinya untuk para prajurit Satgas Pamrahwan ini, antara lain untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan disiplin tempur Prajurit di daerah penugasan, serta kendala berupa keterbatasan sarpras dan materiel, jangan menjadi hambatan dalam mencapai keberhasilan pelaksanaan tugas pokok.

“Selanjutnya, pahami tugas pokok Satgas Pamrahwan dan kenali serta pelajari situasi geografi, demografi, dan kondisi sosial. Dan jaga kekompakan dan ciptakan soliditas yang kuat serta kembangkan naluri lapangan dan laksanakan buddy system,” ujarnya.

“Dan yang terakhir, jangan ada pelanggaran sekecil apapun tetapi buatlah prestasi, dan senantiasa berdoa, beribadah, serta dekatkan diri dan libatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap penyelesaian masalah,” lanjut dan pungkas Pangdam XVIII/Kasuari.

Usai pemeriksaan dilaksanakan, Pangdam XVIII/Kasuari menyerahkan tali Fast Rope untuk latihan, ribuan Masker Kesehatan, serta 50 buah saku tentang Pedoman Tata Cara Melaksanakan Pertempuran Sesuai Dengan Hukum Humaniter Internasional dan 50 Buku Pedoman Penerapan HAM dari Babinkum TNI untuk Satgas Pamrahwan guna dipelajari, dipahami, dan dipedomani dalam pelaksanaan tugas.(*)