Rektor Untad dan Danrem Tadulako Bahas Isu Radikalisme dan Terorisme di Sulteng

 TOTHEPOINT- Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Mahfudz menerima kunjungan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, Senin (31/5/2021) siang.

Mereka membahas isu radikalisme dan terorisme di Sulteng bahkan Indonesia. 

Menurut Danrem Farid, gerakan radikalisme dan aksi terorisme masih menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak.

Khusus daerah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, saat ini aksi terorisme masih kerap terjadi terutama dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. 

Terakhir, kelompok teroris paling dicari itu kembali berulah dengan membunuh empat warga di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Selasa (11/5/2021).

Farid menilai, sebagai perguruan tinggi terkemuka di Sulawesi Tengah, Untad memiliki peran penting dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme. 

“Kehadiran kami untuk mengajak civitas akademika Untad berdiskusi terkait masalah radikalisme dan terorisme kemudian bersama-sama memeranginya,” kata Danrem. 

Farid menjelaskan, paham radikal bisa dimiliki generasi muda bahkan diusia masih belia. 

Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 itu mencontohkan saat dirinya berjumpa seorang anak SD. 

Anak tersebut mulai terpapar paham radikal bahkan siap menjadi pelaku teror bom bunuh diri. 

“Paham radikal ini mudah masuk terutama di sekolah-sekolah terpencil dan sulit dijangkau. Karena keterbatasan akses dari dunia luar itu sehingga sangat mudah dipengaruhi,” ungkap Farid. 

Sementara Rektor Untad Prof Mahfudz menuturkan selama ini pihaknya telah melakukan upaya untuk mencegah masuknya paham radikalisme di perguruan tinggi. 

“Sejak 2017, kami telah melakukan pelatihan deradikalisasi dan penguatan wawasan kebangsaan. Ini komitmen kami untuk mewujudkan Untad bebas dari perkembangan pengaruh ideologi radikal,” ucap Prof Mahfudz. (*)