Putus Generasi Terorisme, Densus 88 Sekolahkan Anak Pelaku Teror Lewat Pendidikan Moderat

TOTHEPOINT-Direktur Identifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Polri Moh Djafar Shodiq mengatakan pihaknya telah melakukan langkah terbatas dalam memutus mata rantai generasi terorisme. Salah satunya melalui pendekatan humanis dan soft approach terhadap anak, istri maupun keluarga pelaku aksi teror.

“Kami memisahkan anak pelaku dari keluarganya untuk mencegah mereka terpapar paham ekstrem, kemudian memberikan assessment, pendampingan psikologis, serta menyekolahkan mereka di sekolah dengan pendidikan moderat,” kata Moh Djafar dalam keterangan pers, Sabtu (17/4/2021).

Kebijakan itu diharapkan dapat membuat anak-anak itu menjadi agen perubahan dari generasi muda, yaitu untuk membangun anak-anak yang berpikir moderat dan terlindungi dari paham radikal dan aksi terorisme.

Djafar juga menjelaskan bahwa anak yang terjerat tindak terorisme merupakan korban dari lingkungan maupun orang tua yang salah.

“Biarpun masuk dalam tatanan unsur perbuatan melawan hukum, tapi mereka merupakan korban yang harus diberikan pendekatan secara komprehensif,” ungkapnya.(*)