Putaran Investasi Produk Susu di Indonesia Ditaksir Capai Rp4,5 Miliar

TOTHEPOINT – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan potensi perputaran uang senilai Rp4,5 miliar per hari di Jawa Tengah dengan adanya investasi produk susu dan minuman siap konsumsi oleh PT Nestle Indonesia.

Pasalnya, investasi Nestle senilai 220 juta dolar AS (setara Rp3,1 triliun) itu akan turut melibatkan peternak lokal yang menyuplai bahan baku susu untuk kemudian diolah di pabrik baru mereka di Bandaraya, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Satu hari perputaran uang yang bisa rakyat terima dari hasil pembelian susu itu Rp4,5 miliar, dikalikan 30 hari itu sekitar Rp150 miliar per bulan akan ada dana berputar di Jateng, khususnya di Kabupaten Batang,” katanya, Kamis.

Bahlil pun berpesan agar masyarakat bisa diberi modal ternak dan keterampilan yang baik agar hasil produksi susu mereka punya nilai jual yang bagus.

“Dalam konteks ini saya pikir sudah saatnya kita, pemerintah, baik pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat, bergandengan tangan dengan investor, dengan pelaku usaha untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

Bahlil mengingatkan saat ini dibutuhkan setidaknya 16 juta lapangan pekerjaan baru di Indonesia yang tidak bisa diserap melalui rekrutmen pegawai negeri, BUMN, TNI/Polri. Ke 16 juta lapangan pekerjaan itu dibutuhkan bagi sekitar 7 juta pengangguran, sekitar 2,9 juta angkatan kerja baru dan sekitar 6 juta orang yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi pandemi.

“Siapakah yang akan menyiapkan itu (lapangan pekerjaan), yaitu dunia usaha lewat investasi. Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk kita dorong,” katanya.

Sebelumnya, PT Nestle Indonesia menginvestasikan dana senilai 220 juta dolar AS (setara Rp3,1 triliun) untuk membangun pabrik baru di Bandaraya, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sekaligus perluasan kapasitas produksi di tiga pabrik yakni Karawang, Jawa Barat; Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur; dan Panjang, Lampung.

Pabrik di Bandaraya yang akan beroperasi pada 2023 itu bakal memproduksi produk susu cair dan minuman siap konsumsi, serta mempekerjakan 200 orang karyawan.(*)