Presiden Tegaskan Toleransi Itu Watak yang Tidak Boleh Ditawar

TOTHEPOINT – Toleransi tidak boleh ditawar tegas Presiden Joko Widodo. Jokowi mengatakan bahwa ada lima hal yang diharapkannya bisa menjadi pegangan bagi setiap lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

Kepala Negara menjelaskan itu, saat menjawab pertanyaan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim, dalam perbincangan mengenai Kampus Merdeka yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Ikut hadir dalam acara diaog, Ketua Forum Rektor Indonesia Arif Satria, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Direktur Utama Tokopedia William Tanuwidjaja, dan sejumlah perwakilan mahasiswa.

Presiden menyampaikan harapan dan mimpinya, suatu saat lima hal ini dapat tertanam dengan baik pada diri setiap lulusan universitas atau perguruan tinggi.

“Pertama, lulusan kita harus sangat kuat dedikasinya untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa serta toleransi dalam kebinekaan. Itu watak yang tidak boleh ditawar,” kata Jokowi, seperti siaran pers di laman setkab.go.id, dikutip VIVA, Jumat 18 Juni 2021.

Selanjutnya, kata Jokowi, lulusan perguruan tinggi Indonesia juga harus memiliki karakter dan kemampuan menjadi seorang pembelajar yang kuat.

Menyelesaikan masa pendidikan di perguruan tinggi, pesan Presiden Jokowi, bukan berarti pembelajaran telah selesai. Sebaliknya, para lulusan tersebut harus mau belajar dan mengembangkan pengetahuan yang sudah mereka miliki.

Jokowi mengingatkan, masa depan yang penuh dengan disrupsi, ketidakpastian, dan banyak perubahan-perubahan besar, hingga kompetisi, kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki.

“Tanpa belajar terus-menerus, lulusan kita akan tertinggal oleh perkembangan iptek yang sangat pesat,” kata Presiden.

Yang ketiga, kata kakek dari Jan Ethes Srinarendra ini, lulusan perguruan tinggi ke depan tak hanya mampu atau mumpuni secara akademi. Juga harus mengimplementasikannya, hingga berbuah inovasi dan membawa solusi terhadap bearagam permasasalahan di tengah masyarakat.

“Karyanya bukan hanya karya ilmiah, tetapi juga karya yang memecahkan masalah sosial melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan,” tuturnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Jokowi menegaskan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru menjadi bagian tak terpisahkan dari profil kompetensi lulusan perguruan tinggi Indonesia.

Untuk saat ini, mungkin saja ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dimaksud masih belum dapat dimiliki atau dihadirkan di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, para lulusan tersebut diharapkan dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari perkembangan yang biasanya sudah berjalan di dunia industri.

“Oleh karena itu, keterlibatan industri dalam pendidikan di kampus sangat lah penting, juga kerja sama antar kampus untuk mempercepat proses pengembangan dan penguasaan iptek terbaru,” kata Presiden.

Adapun terakhir, Jokowi ingin para lulusan perguruan tinggi harus siap untuk dapat mengisi lapangan pekerjaan yang tersedia. Namun, di sisi lain, para lulusan diharapkan pula mampu untuk berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

Jokowi mengatakan, dibutuhkan orang-orang dengan kepekaan tinggi terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat. Pendidikan dan kewirausahaan perlu berjalan beriringan.

“Inilah pentingnya pendidikan kewirausahaan. Interaksi yang intensif dengan industri juga menjadi kunci penting bagi karya-karya inovatif lulusan kita,” kata Jokowi.