Polisi Tangkap 19 Orang Terduga Teroris: Terafiliasi dengan FPI dan ISIS

Tothepoint.id, Jakarta- Pihak kepolisian menyebut ada 19 terduga teroris asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI). Polisi mengungkap bahwa 19 terduga teroris tersebut aktif di kegiatan FPI. Mereka juga diduga berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS dan sedang mempersiapkan aksi bom bunuh diri.

Mereka tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS/ISIS).

“Semua terlibat atau menjadi anggota FPI di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan FPI di Makassar,” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono.

Rusdi mengatakan, salah satu dari 19 tersangka teroris kelompok Makassar ini adalah anak pasangan suami istri Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani yang merupakan pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

Ia pun menyatakan, kelompok teroris dari Makassar ini telah memiliki berbagai rencana yang bisa mengganggu stabilitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kelompok ini biasanya melakukan aksi bom bunuh diri. “Kelompok ini mempunyai (sasaran) ke mental untuk melakukan kegiatan-kegiatan bom bunuh diri,” ujarnya

Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS) yang juga mantan Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro enggan merespon banyak ihwal adanya terduga teroris yang merupakan anggota FPI. Sugito menyatakan akan mengecek lebih lanjut kebenaran informasi tersebut.

“Saya belum ngecek (informasi 19 terduga teroris adalah anggota FPI), hanya khawatir dan menghubung-hubungkan saja,” kata Sugito saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Hal yang sama juga diungkapkan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab lainnya, Aziz Yanuar. Aziz enggan merespons soal pernyataan Polri yang menyatakan ada 19 terduga terorisme merupakan anggota FPI. “Tanggapanya kami tidak tahu,” singkat Aziz Yanuar dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, 19 orang tersebut tidak hanya merencanakan aksi bom bunuh diri, kelompok ini juga berencana melakukan aksi yang dapat mengganggu kamtibmas lainnya.

“Kelompok ini juga memiliki rencana kegiatan yang mengganggu kamtibmas dengan melakukan aksi bom bunuh diri,” kata Rusdi.