Permohonan Maaf Ali Imron Kepada Para Korban Bom Bali I

Alim Imron Mantan Teroris (Pelaku Bom Bali I). Foto: https://www.instagram.com/p/Bt3iwxHl1Op/?igshid=r7xndgwlo3s3
Alim Imron Mantan Teroris (Pelaku Bom Bali I). Foto: https://www.instagram.com/p/Bt3iwxHl1Op/?igshid=r7xndgwlo3s3

Tothepoint.id, Jakarta – Pelaku Bom Bali I, Ali Imron meminta maaf kepada korban aksi terorisme. Permintaan maaf ini disampaikan kepada Vivi, yakni perempuan korban Bom Hotel JW Marriot 2003 lalu. Hal ini bersamaan dengan peresmian bedah buku empat karya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BPNT) Komjen Polisi Suhardi Alius di Lembaga Ketahanan Nasional Jakarta, Kamis (14/2/19).

Ali meminta maaf atas apa yang pernah ia dan rekan-rekannya lakukan dan akhirnya menimbulkan dampak trauma berkepanjangan dan luka yang membekas bagi para korban. Wajahnya terlihat menunjukkan penyesalan, ia mencoba merangkai kata-kata yang penuh makna permohonan maaf.

Ali mewakili teman-temannya. Baik yang sudah tobat maupun yang masih berpikiran radikal, menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga korban.

“Mbak Vivi, meskipun saya ketika kejadian itu sudah di penjara, tetapi saya perlu mewakili kawan-kawan, baik yang sudah sadar ataupun yang belum sadar, jadi yang paling dalam, kami mohon maaf sebesar-besarnya karena pernah terlibat aksi terorisme,” kata Ali Imron.

Ali Imron menempatkan dirinya berada pada posisi sebagai korban saat mencoba untuk memisahkan diri dari pemahaman salah yang dipegang teguh oleh dua kakaknya. Ali mencoba memilih untuk berbaikan dengan para korban bom dan kembali pada Pancasila.

“Kemudian perlu kawan-kawan juga ketahui bahwa saya pribadi ini juga korban berat, artinya ketika saya memutuskan (tobat) saya harus bertentangan dengan dua kakak saya, saya juga melihat (sisi) bagaimana dengan korban,” kata Ali.

Ia mengingat peristiwa akan dirinya dan meminta maaf atas perbuatan itu. Peristiwa itu terjadi saat dirinya menghadapi persidangan dan dihadapkan dengan sejumlah korban selamat yang harus menderita cacat karena tindakan radikalnya.

“Ada beberapa korban yang didatangkan ke persidangan pada waktu itu. Pada waktu itu saya hanya bisa memohon maaf dan nangis karena tidak bisa apa-apa lagi,” papar Ali.

Pada kesempatan yang sama, saat melihat Ali Imron menjelaskan ia kini sudah hijrah dan memahami bahwa tindakan radikal tersebut adalah hal yang salah, Vivi yang sejak awal berdiri tidak jauh dari posisi duduk Ali, mendoakan agar mantan teroris itu bisa selalu mengamalkan perbuatan baiknya untuk Indonesia.

Ia merasa bersyukur bisa bertemu dengan Ali, bahkan dirinya menitipkan salam dari para korban bom. Perempuan itu mendoakan tobat yang telah dilakukan Ali Imran dan berharap kelak laki-laki tersebut bisa terus mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Doa Vivi langsung disambut tepuk tangan dari para tamu yang hadir dalam acara peluncuran buku tersebut.

“Bersyukur sekali hari ini saya bisa bertemu dengan pak Ali Imron, Bapak dapat salam dari teman-teman penyintas bahwa mereka berpesan kepada Bapak semoga Bapak semakin mencintai NKRI dan setiap hela napas Bapak adalah untuk menjaga NKRI ini untuk tidak ada pembom lainnya di negeri kita,” kata Vivi.

Vivi lalu menyampaikan para korban lainnya juga memiliki keinginan yang kuat untuk bisa bertemu dengan Ali.

“Saya beruntung ada di sini, bisa langsung bertemu bapak, teman-teman ingin sekali bertemu dengan bapak,” ungkap Vivi.

Ali pun turun dari atas panggung acara dan menemui Vivi hingga mereka bersalaman. Ini semua disaksikan oleh tamu yang hadir. Mereka saling mengikhlaskan dengan apa yang terjadi di masa lalu.

https://www.tribunnews.com/nasional/2019/02/14/ketika-ali-imron-pelaku-bom-bali-i-minta-maaf-kepada-para-korban-terorisme