Pengukuran Tanah Milik Veteran 45 Dihalangi Pihak Keamanan

Pengukuran Tanah Milik Veteran 45 Dihalangi Pihak Keamanan

Tothepoint.id, Tanggerang- Terjadi gesekan antara petugas keamanan saat pengukuran tanah milik tentara veteran di bilangan Set Plan BSD, Desa Lengkong Kulon, Kabupaten Tanggerang, Banten, Kamis (28/01/2020).

Karena gesekan tersebut, mengakibatkan Danramil 03/Lgk yang diwakili Kapten Kav. M. Bakir turun tangan. Selain itu juga terlibat pihak lain dari unit Inteldim 0510/Trs Lettu Inf Ali Maskuri, kepolisian setempat dan sejumlah pihak dari BSD City.

Berdasarkan laporan tersebut diketahui bahwa, saat petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan pengukuran tanah, pihak keamanan BSD City menolak kegiatan tersebut.

Penolakan tersebut terjadi lantaran pihak keamanan BSD City menolak adanya pengukuran dari pihak BPN karena tidak ada ijin ke pihak perusahaan (BSD City).

Meski sempat terjadi dialog panjang antara pihak veteran dengan manajemen BSD City, pengukuran tanah akhirnya tidak jadi dilakukan karena pihak yang bergesekan tidak berhasil menemui kesepakatan.

Sebelumnya diketahui, Sinar Mas Grup (SMG) mengklaim tanah milik veteran seluas 165 hektare yang kini diisi oleh deretan rumah mewah. Padahal tanah tersebut telah terdaftat dengan jelas sesuai SK tertanggal 12 Juni 1946 dan SK Kinag di atas lahan seluas 165 hektar di kawasan perumahan elit milik SMG.

Namun sekitar tahun 1990, lahan tersebut diserobot oleh Sinar Mas Grup, padahal para pejuang belum pernah melakukan jual-beli lahan tersebut kepada siapa pun,” kata Madi Samat, salah satu veteran pejuang 1945.

Para veteran beserta keluarganya berharap, pemerintah setempat dapat membantu menyelesaikan sengketa lahan antara pengembang dan ahli waris yang dinilai sudah berlangsung cukup lama.(*)