Pendiri Ponpes Darul Arifin Jambi: Radikalisme dan Terorisme Menyimpang dari Islam

TOTHEPOINT – Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed, MA mengatakan bahwa paham radikalisme dan terorisme adalah sesuatu ajaran pemikiran menyimpang dari paham yang sebenarnya tentang Islam itu sendiri.

Zainul mengatakan, masuknya pemikiran radikalisme yang mengarah pada terorisme dan negara khilafah sebagai kesalahan dalam memahami ajaran Islam tidak sempurna dan tidak mendalam.

Ditambahkannya, dalam tataran konsep bernegara dan beragama, pemikiran radikalisme tidak bisa hanya ditujukan pada salah satu agama saja. Semua agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia tidak ada yang mengajarkan radikalisme dan terorisme.

“Itu hanya pemikiran sekelompok orang (oknum) yang memandang orang lain itu tidak sesuai dengan pandangan dia,” ujarnya.

Untuk meminimalisir berkembangnya paham radikalisme di masyarakat, merupakan tugas bersama semua elemen masyarakat sesuai dengan peranan masing-masing. Seorang penceramah misalnya, dalam memberikan ceramah hendaknya materi yang diangkat disesuaikan dengan kebutuhan umat yang mayoritas masih awam dalam memahami Islam.

“Pemberian materi ceramah yang diselaraskan dengan tingkat pendidikan mayoritas jamaah akan memudahkan jamaah mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zainul.

Lain halnya jika materi yang diangkat merupakan materi yang dicampur adukkan dengan politik dan rasa kebencian terhadap pemangku kebijakan, maka akan menimbulkan rasa kebencian umat terhadap pemerintah yang pada akhirnya melahirkan aksi radikalisme.

Lebih lanjut, Zainul Arifin mengatakan bahwa dalam Islam ketaatan terhadap pemimpin itu hukumnya wajib bagi setiap individu (QS. Al-Nisa:59), selama tidak memerintahkan kepada kemaksiatan sebagaimana hadits Nabi.

“Maka oleh sebab itu, marilah kita bersama merawat negara ini sebagai warisan ulama-ulama kita terdahulu yang telah bersepakat melahirkan ideologi Pancasila sebagai asas tunggal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena orang yang mempunyai pemahaman agama yang kokoh akan melahirkan para pecinta negara yang sejati,” katanya.(*)