Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur Tolak Radikalisme, Begini Pesannya

TOTHEPOINT РPemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur ( NTT) secara tegas menolak narasi dan sikap-sikap radikalisme yang berdampak pada perpecahan ditengah masyarakat. Radikalsime bagi Pemuda Muhammadiyah merupakan paham yang harus dibendung oleh semua pihak guna menjaga keamanan bangsa.

“Pemuda Muhamadiyah dalam hal ini untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme, maka apa yang disebut sebagai moderisasi agama yakni membangun paham merangkul dan kebersamaan sesuai dengan prinsip Pancasila,” tegas Wakil Ketua Pemuda Muhamadiyah NTT, Abdullah S. Toda, 10 Juni 2021.

Dia menyebut, pemuda Muhamadiyah akan melakukan konsolidasi menangkal pemahaman radikalisme ini secara masif di 22 Kabupaten/Kota di NTT.

Pemuda Muhamadiyah sangat konsen dengan isu-isu seperti ini, sehingga berbagai organisasi yang berada pada Pemuda Muhamadiyah juga akan melaksanakan gerakan bersama untuk bersama memerangi hal tersebut.

“Hasil riset pemuda Muhamadiyah membuktikan NTT berada di peringkat kedua dengan nilai toleransi tertinggi dikarenkan adanya kerjasama yang baik dari ulama, masyarakat dan pihak terkait lainnya,” paparnya.

Ia pun menegaskan, selama ini di Pemuda Muhamadiyah juga telah ditekankan agar tidak mengikuti arus dalam tiap persoalan yang ada di NTT, terutama berkaitan dengan singgungan kesukuan dan agama ataupun etnis.

Baginya, hal tersebut akan berakibat pada dengan semakin melebarnya masalah. Pemuda Muhamadiyah, kata Abdullah, secara struktural akan memberi pernyataan melalui satu sumber untuk menghindari panjangnya masalah.

“Kalau kita tidak tauh masalah dan memberikan statemen maka kemungkinan besar akan keluar dari nilai-nilai Pancasila yang kita anut,” tandasnya.

Pemuda Muhamadiyah akan mengawal dan berkomitmen untuk tetap merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui moderisasi agama dan penegasan-penegasan dalam tiap proses perkaderan ditubuh Pemuda Muhamadiyah agar tidak menciptakan pemahaman yang melebar dari Pancasila.

Dibeberkannya, selama ini Pemuda Muhamadiyah juga telah menjalankan proses sosialisasi berkelanjutan dari pusat hingga ke daerah agar tidak memberi pernyataan kepada tiap masalah yang belum diketahui kejelasannya.

“Nusa Tenggara Timur juga menjadi provinsi ke 2 Bertoleransi Tinggi di Indonesia dan kami sangat mengapresiasi dan menghormati TNI POLRI dalam menjaga Kesatuan di Indonesia dengan menolak keras segala bentuk Radikalisme,” tambahnya

Hal tersebut menurutnya, sebagai antisipasi dan dukungan dari Pemuda Muhamadiyah untuk tidak memperkeruh suasana. Apa lagi, telah ada pihak-pihak berwenang yang siap mengakomodir masalah tersebut.

“Salah satu yang menjadi terobosan besar yaitu Pemuda Muhammadiah NTT menolak keras segala bentuk radikalisme dan mendukung penuh Polri dalam mencegah dan meberantas radikalisme terkhusnya di NTT,” pungkasnya.(*)