Pemerintah Segera Mulai Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 12-17 Tahun

TOTHEPOINT –Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah akan segera memulai program vaksinasi massal COVID-19 untuk kalangan anak yang berusia di bawah 18 tahun. Hal ini dilakukan, menyusul dikeluarkannya otorisasi izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang dinyatakan aman bagi remaja tersebut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita juga bersyukur BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12 sampai 17 tahun, sehingga vaksinasi untuk anak-anak usia tersebut bisa segera dimulai,” ungkap Jokowi dalam telekonferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/6).

Presiden menambahkan dengan kepastian keamanan penggunaan vaksin COVID-19 bagi kalangan remaja tersebut diharapkan bisa membuat masyarakat tidak ragu melakukan vaksinasi secepatnya bila mendapat kesempatan. Tidak lupa, Jokowi pun berpesan agar warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan “3M” (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) dengan disiplin meskipun sudah divaksin.

“Dan sekali lagi saya ingatkan tinggallah di rumah selama tidak ada kebutuhan yang mendesak,” kata Jokowi.

Kepada VOA, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan pelaksanaannya vaksinasi COVID-19 bagi anak di bawah usia 18 tahun ini akan dilaksanakan secepatnya.

“Ya secepatnya, dalam satu atau dua hari ke depan. Ya kita siapkan dulu, karena kan perlu koordinasi, nanti pelaksanaannya seperti apa. Terutama tentang distribusi vaksinnya, karena awalnya kan distribusi vaksin itu belum memperhitungkan kebutuhan vaksinasi untuk anak yang berusia 12-17 tahun,” ungkap Nadia.

Ketika ditanyakan soal ketersediaan vaksin untuk kalangan remaja ini, Nadia mengatakan stoknya belum memadai, mengingat kedatangan vaksin corona selalu dilakukan secara bertahap. Ia mengatakan jumlah anak yang berusia 12-17 tahun ini di tanah air mencapai 50 juta orang.

“Pasti tidak akan cukup kalau ditanya sekarang, dan harus menunggu kedatangan vaksin berikutnya. Nanti kita lihat, perlu dimatangkan pelaksanaanya, apakah nanti bersamaan dengan pembelajaran kegiatan tatap muka pada Juli ataukah melalui sentra-sentra vaksinasi. Ini yang tentunya sedang kita susun pelaksanaanya teknisnya seperti apa,” jelasnya.

Untuk dosis pemberian vaksin COVID-19 ini, ujar Nadia berbeda dengan dewasa, yakni sebanyak setengah cc, namun tetap dilakukan dua kali.