Pemerintah Malaysia Juga Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Tahun Ini

TOPSHOT - Muslim pilgrims perform the final walk around the Kaaba (Tawaf al-Wadaa), Islam's holiest shrine, at the Grand Mosque in Saudi Arabia's holy city of Mecca on August 13, 2019. - Muslims from across the world gather in Mecca in Saudi Arabia for the annual six-day pilgrimage, one of the five pillars of Islam, an act all Muslims must perform at least once in their lifetime if they have the means to travel to Saudi Arabia. (Photo by Abdel Ghani BASHIR / AFP) (Photo by ABDEL GHANI BASHIR/AFP via Getty Images)

 TOTHEPOINT– Pemerintah Malaysia tidak akan memberangkatkan jamaah haji bagi musim haji 2021 dan menghormati keputusan Pemerintah Arab Saudi yang hanya membenarkan ibadah haji dilakukan bagi warga negara Saudi dan penduduk negara lain yang telah berada dalam negara tersebut.

“Tadi saya menerima panggilan telepon dari Dr. Abdelfattah Sulaiman Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi berkenaan keputusan Kerajaan Arab Saudi bagi pelibatan jamaah haji dari negara luar bagi musim haji 1442 Hijriah,” ujar Menteri Agama Malaysia, Datuk Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri di Putrajaya, Sabtu.

Zulkifli mengatakan informasi yang sama telah diterima oleh Menteri Luar Negeri Hishammudin Hussin dari rekan sejawatnya Putera Faisal bin Farhan Al Saud.

“Pernyataan resmi oleh Kerajaan Arab Saudi juga telah dikeluarkan tepat jam 06.10 petang tadi,” katanya.

Pemerintah Arab Saudi memutuskan ibadah haji bagi musim haji 1442H dibatasi hanya untuk warganegara Saudi dan penduduk negara lain yang telah berada dalam negara tersebut saja disebabkan situasi pandemi COVID-19 yang membimbangkan di seluruh dunia.

“Saya akan memastikan segala urusan rakyat Malaysia yang telah berada di sana dan terpilih untuk melaksanakan ibadah haji bagi musim haji 1442H diuruskan dengan sebaiknya oleh Lembaga Tabung Haji, selaras dengan Prosedur Standar Operasi (SOP) yang telah ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi,” katanya.

Pihaknya mengambil kesempatan untuk menyampaikan penghargaan kepada Khadimul Haramain Raja Salman bin Abdulaziz dan Kerajaan Arab Saudi yang senantiasa menjaga dan memelihara hubungan baik dengan Malaysia.

“Hal seperti ini akan menambahkan lagi keakraban hubungan bilateral antara dua negara yang sudah kukuh sejak sekian lamanya,” katanya.

Pihaknya memohon maaf kepada semua calon jamaah haji yang amat cinta dan rindukan dua Tanah Suci karena terpaksa menangguhkan ibadah haji pada tahun ini.

“Keputusan ini sudah pasti amat berat dan sukar untuk diterima, tetapi kita tetap yakin dengan hikmah di sebalik keputusan tersebut. Sesungguhnya hifz al-nafs (memelihara nyawa) adalah salah satu daripada prinsip maqasid syariah yang senantiasa dijunjung oleh Malaysia dalam mengambil semua keputusan,” katanya.

Dia menyadari situasi yang sedang dihadapi saat ini sebagai sebuah ujian yang amat berat.

“Saya tetap yakin dengan doa dan munajat kita semua yang sudah pasti pandemi COVID-19 akan berlalu pergi dari kamus kehidupan kita, amin,” katanya.(*)