Pembacok Pemuka Agama di Temanggung ditangkap Polisi

ERA.ID
ERA.ID

Tothepoint.id- Seorang pria berinisial M (60) ditangkap Polisi pada  pada Minggu, 14 Maret pada pukul 04.45 WIB. Warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini, diduga telah membacok seorang pemuka agama bernama Muhdori (69)

Selain itu, istri Muhdori bernama Trimah (55) juga terluka hingga meninggal dunia karena melerai keduanya. Sedangkan Muhdori mengalami luka serius dan saat ini masih dirawat intensif di RSUD Temanggung.

“Pelaku sudah kita amankan untuk penyidikan secara intensif,” kata Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi pada Senin, 15 Maret.

Benny menjelakan bahwa pelaku merupakan tetangga Muhdori. Aksi pembacokan tersebut berlangsung saat menunaikan shalat subuh menggunakan senjata tajam (sajam) jenis bendo.

“Pelaku membacok korban sebanyak tiga kali. Dari belakang ada istri korban yang berusaha melindungi suaminya, tapi juga terkena sabetan. Istrinya sempat dirawat di rumah sakit tapi dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.00 WIB,” katanya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa bendo sepanjang sekitar 30 sentimeter, sebilah kayu yang ujungnya dipasang pisau dan gerinda.

Setelah diketahui lebih lanjut bahwa motif pelaku membacok korban karena masalah pribadi.

“Info awal aksi ini dilatarbelakangi karena masalah pribadi antara korban (Muhdori) dengan tersangka M yang kebetulan tetangga,” sebut Benny.

Benny meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kasus ini.

“Saya minta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri, tidak terpengaruh atas isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Kita dari pihak kepolisian akan terus melakukan penegakan hukum, penanganan secara tuntas, secara maksimal. Saya minta semuanya tetap menahan diri demi kondusifitas situasi di Temanggung,” tuturnya.

Karena tindakannya tersebtu M dijerat Pasal 340 dan 335 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.