Pasien Covid-19 Gejala Ringan dan OTG Cukup Isolasi 14 Hari

TOTHEPOINT –Koordinator Lapangan Satgas Covid-19 RSU Kabupaten Tangerang, dr Dadang Kurniawan menyatakan pasien Covid-19 kategori tanpa gejala, gejala ringan, dan gejala sedang yang telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari bisa dinyatakan sembuh. Mereka tak perlu lagi melakukan isolasi mandiri tambahan.

“Tidak perlu tambahan waktu lagi untuk isolasi usai dinyatakan sembuh, jadi kita menggunakan patokan dan Kemkes (Kementerian Kesehatan) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika, kalau pasien telah menjalani isolasi 10 hari lalu dievaluasi ternyata menunjukkan perbaikan dan ditambah 3 hari, masa proses pemulihan atau total 14 hari dia bisa kembali beraktivitas,” ungkap dr Dadang.

Dia mengatakan, pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan memberikan surat keterangan bahwa pasien Covid-19 sudah sembuh dari paparan virus tersebut. Pihak rumah sakit akan mengeluarkan surat keterangan sembuh kemudian bisa dipakai masyarakat untuk melakukan aktivitas. “Surat ini bisa dilampirkan kepada satgas RT/RW- dan digunakan untuk memberikan informasi ke Puskesmas agar mereka menyelesaikan pemantauan karena sudah dianggap sembuh,” lanjutnya.

Namun jika pasien masih dalam masa pemulihan, bisa dilanjutkan masa isolasi mandiri. Bisa saja masih ada gejala ringan seperti batuk atau pilek, dan bukan sesak nafas “Kita juga bekali bahwa mereka akan menjalani isolasi mandiri dan itu bisa dilanjutkan pemantauannya oleh pihak Puskesmas,” tegasnya.

dr Dadang meminta masyarakat agar tidak panik bila positif terkonfirmasi Covid-19. Dia meminta semua pihak melakukan deteksi diri apakah masih kategori tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, atau gejala berat. “Jangan sungkan bila butuh perawatan yang mekanismenya melalui puskesmas, mereka akan memfilter apakah ini cukup diisolasi mandiri atau butuh tindakan lanjut ke RS. Tapi kalau memang sudah masuk gejala berat silakan datang ke RS untuk penanganan,” ujarnya.

Masyarakat kata dia, seyogyanya punya termometer atau oximeter untuk mendeteksi saat terpapar Covid-19. “Sekarang harga alat kesehatan seperti itu murah dan mudah ditemukan,” tandasnya.

Koordinator Lapangan Satgas Covid-19 RSU Kabupaten Tangerang, dr Dadang Kurniawan menyatakan pasien Covid-19 kategori tanpa gejala, gejala ringan, dan gejala sedang yang telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari bisa dinyatakan sembuh. Mereka tak perlu lagi melakukan isolasi mandiri tambahan.

“Tidak perlu tambahan waktu lagi untuk isolasi usai dinyatakan sembuh, jadi kita menggunakan patokan dan Kemkes (Kementerian Kesehatan) dan CDC (Centers for Disease Control and Prevention) Amerika, kalau pasien telah menjalani isolasi 10 hari lalu dievaluasi ternyata menunjukkan perbaikan dan ditambah 3 hari, masa proses pemulihan atau total 14 hari dia bisa kembali beraktivitas,” ungkap dr Dadang.

Dia mengatakan, pihak rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan memberikan surat keterangan bahwa pasien Covid-19 sudah sembuh dari paparan virus tersebut. Pihak rumah sakit akan mengeluarkan surat keterangan sembuh kemudian bisa dipakai masyarakat untuk melakukan aktivitas. “Surat ini bisa dilampirkan kepada satgas RT/RW- dan digunakan untuk memberikan informasi ke Puskesmas agar mereka menyelesaikan pemantauan karena sudah dianggap sembuh,” lanjutnya.

Namun jika pasien masih dalam masa pemulihan, bisa dilanjutkan masa isolasi mandiri. Bisa saja masih ada gejala ringan seperti batuk atau pilek, dan bukan sesak nafas “Kita juga bekali bahwa mereka akan menjalani isolasi mandiri dan itu bisa dilanjutkan pemantauannya oleh pihak Puskesmas,” tegasnya.

dr Dadang meminta masyarakat agar tidak panik bila positif terkonfirmasi Covid-19. Dia meminta semua pihak melakukan deteksi diri apakah masih kategori tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, atau gejala berat. “Jangan sungkan bila butuh perawatan yang mekanismenya melalui puskesmas, mereka akan memfilter apakah ini cukup diisolasi mandiri atau butuh tindakan lanjut ke RS. Tapi kalau memang sudah masuk gejala berat silakan datang ke RS untuk penanganan,” ujarnya.

Masyarakat kata dia, seyogyanya punya termometer atau oximeter untuk mendeteksi saat terpapar Covid-19. “Sekarang harga alat kesehatan seperti itu murah dan mudah ditemukan,” tandasnya.