NU Kabupaten Bolmut Tolak Gerakan Intoleransi, Terorisme dan Khilafah

TOTHEPOINT –Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara menolak gerakan radikalisme dan organisasi-organisasi pengusung Ideologi Khilafah. Hal itu ditegaskan oleh Ketua NU Bolmut Supardi Goma, S.Pdi.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakathu. Saya Ketua NU Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Supardi Goma, S.Pdi menyampaikan bahwa menolak segala bentuk gerakan radikalisme, terorisme dan gerakan khilafah yang saat ini masih terjadi di Indonesia,” demikian rilis yang diterima tribunmanado.co.id, pada Senin (19/7/2021).

Supardi Goma mengatakan, gerakan-gerakan radikalisme, terorisme, khilafan dan intoleransi adalah hal-hal yang berkaitan dengan gerakan politik, dan tidak ada kaitannya dengan agama manapun.

“Karena agama Islam kita tahu bersama sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah agama yang mengajarkan perdamaian, agama yang mengajarkan kerukunan, agama yang mengajarkan toleransi dan agama yang mengajarkan persatuan,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, atas nama NU, pihaknya mendukung penuh apa saja langkah pemerintah terutama TNI-Polri dalam mengusut serta memberantas sampai ke akar-akarnya semua gerakan radikalisme, terorisme dan gerakan khilafah.

“Demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tambah Supardi Goma.

Sebagai informasi, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Ibukotanya adalah Boroko.

Jarak dari Boroko ke Manado, Ibukota Provinsi Sulut, 275,5 kilometer atau 6 jam 17 menit dengan mobil melewati jalan Trans Sulawesi.

Kabupaten yang memiliki luas total 1.852,86 km2 ini memiliki dua gunung, yaitu Gunung Gambuta dan Gunung Paupau.

Ada dua sungai melewati kabupaten ini, yaitu Sungai Sangkub dan Sungai Ayong. Keduanya ada di Kecamatan Sangkub.

Saat ini Kabupaten Bolmut dipimpin oleh Bupati Depri Pontoh dan Wakil Bupati Amin Lasena. ***