Ngeri Betul Eks Anggota FPI Ngaku Baiat ke ISIS: Munarman Kebal Hukum?

Tothepoint.id- Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli, menyebut bahwa Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman kebal hukum.

Hal tersebut terkait pengakuan salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 mengaku sebagai anggota FPI atau eks anggota FPI yang merupakan ormas terlarang.

Terkait itu, Guntur menyatakan bhawa eks anggota FPI yang mengaku berbaiat kepada kelompok teroris Negara Islam dan Suriah (ISIS) telah ditangkap polisi, namun Munarman masih bebas dan belum diproses hukum.

“Munarman ini kebal hukum ya, yang bareng-bareng dia baiat (gabung & sumpah setia) ke ISIS ditangkap, tapi Munarman masih bebas, ditambah provokasi & bikin hoax,” cuitnya dalam akun Twitternya, seperti dikutip, Sabtu (6/2/2021).

“Ini pengakuan anggota FPI yang sudah ditangkap karena baiat ke ISIS bareng Munarman,” ungkapnya.


Sebelumnya, Ahmad Aulia menyebutkan bahwa ada pimpinan FPI pusat yang hadir baiat massal kepada ISIS. Hal itu dikatakannya dalam video pendek yang viral di media sosial. Dalam video itu dirinya mengatakan kalau dia ditangkap Densus 88 Antiteror Polri 6 Januari 2021. Kini dirinya ditahan di Polda Sulawesi Selatan. Hal itu buntut ikut baiat massal kepada ISIS pada 2015 silam.

“Saya berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam Abu Bakar Al Baghdadi. Saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015 saya berbaiat pada saat itu bersama dengan 100 orang simpatisan dan Laskar FPI,” ucap Ahmad.

Dirinya menjelaskan, baiat massal ini dilaksanakan di markas FPI di Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video itu, dia mengklaim kalau salah satu petinggi FPI Munarman juga disebutnya hadir.

Setelah baiat, Ahmad mengaku ikut proses taklim atau pengajian beberapa kali. Kegiatan pun disebutnya dihadiri oleh simpatisan FPI lain yang telah berbaiat kepada ISIS.

“Saya berbaiat dihadiri oleh Munarman selaku pengurus FPI pusat pada saat itu. Ustaz Fauzan, Ustaz Basri yang memimpin baiat pada saat itu,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengaku masih menunggu kerja Densus 88. Menurut dia, siapa pun yang terbukti terlibat akan ditindak oleh Korps Bhayangkara.

“Masih menunggu kerja dari Densus 88. Namun siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana pasti akan dimintakan pertanggungjawaban hukumnya,” kata Rusdi.

Kemudian, seperti dikutip PojokSatu.id, Munarman enggan memberikan banyak komentar terkait namanya yang disebut-sebut oleh salah satu tersangka teroris yang ditangkap di Makassar.

“Sudah hafal modus-modus lama itu soal isu terorisme,” kata Munarman.

Ia juga mengaku dirinya tidak mengenal dengan tersangka yang mengklaim pernah berbait di markas FPI Makassar itu.

Bahkan, Munarman mengaku 19 teroris yang mengaku merupakan anggota FPI itu disebut Munarman tak terdaftar sebagai anggota FPI.

“Gak kenal kita,” singkat anak buah Eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab ini.