Ngari! Ini Alasan Militer Kudeta Pemerintahan Myanmar

Ngari! Ini Alasan Militer Kudeta Pemerintahan Myanmar. Foto: CNN Indonesia
Ngari! Ini Alasan Militer Kudeta Pemerintahan Myanmar. Foto: CNN Indonesia

Tothepoint.id, Jakarta – Senin 1 Februari 2021 Myanmar memberlakukan status darurat, pasalnya pemerintahan sah di kudeta oleh pasukan bersenjata Myanmar atau disebut Tatmadwa kalau di Indonesia sama dengan Tentara Negara Indonesia (TNI) jadi Tatmadaw adalah milik Myanmar.

Pasukan bersenjata Myanmar memberontak terhadap pemerintah dimulai dengan penangkapan sejumlah pemimpin sipil. Dilansir dari Seommyanmar.com Kanselir Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint ditangkap di kediaman mereka pada Senin dini hari waktu setempat (1/2/2021).

Kudeta ini terjadi dikarenakan militer menganggap pemilu 8 November tahun lalu di Myanmar terindikasi adanya kecurangan. Dalam pemilihan itu, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi meraih kemenangan telak. Dilansir dari Kompas news Angkatan bersenjata mengklaim, mereka akan mengembalikan kekuasaan setelah menggelar pemilu ulang secara adil.

Namun dunia mengecam kejadian tersebut dan menganggap bahwa militer tidak seharusnya melakukan kudeta di tengah pemerintahan yang sah, Myanmar merdeka tahun 1948, namun berada dalam cengkeraman militer hingga 2011. Sebelumnya Myanmar mengalami kudeta dua kali sejak kemerdekaan tahun 1963 dan 1988.

Akan tetapi kudeta ini kemungkinannya sangat kecil untuk mendapatkan akhir yang bahagia dan juga penyelesaian secara tepat, kudeta ini juga berpotensi terjadinya perpecahan antara militer dan warga di Myanmar. 

Hal yang paling menakutkan adalah bilamana kudeta ini berdampak pada Warga Negara Indonesia yang sedang merantau di sana, karena suasana di Myanmar semakin memanas usai penangkapan para tokoh pentingnya.