Narapidana Terorisme Sebut JAD Pernah Jadi Bagian FPI

Tothepoint.id- Pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sekaligus narapidana kasus terorisme, Zainal Anshori alias Abu Fahry mengatakan organisasinya pernah menjadi organisasi sayap Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Lamongan pada medio 2005 lalu.

Penggabungan struktur itu bertujuan untuk memperlebar sayap dan memperkuat struktur jaringan JAD untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.

“Maka koneksi kita menyambung dengan Front Pembela Islam pada waktu itu. Sehingga kurang lebih tahun 2005 kita resmi menjadi sayap dari organisasi FPI. FPI dari Dewan Pimpinan Wilayah Kabupaten Lamongan,” kata Zainal.

Zainal mengatakan JAD juga aktif dalam melakukan kegiatan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Ia mengatakan baik FPI maupun JAD memiliki kesamaan dalam melakukan kegiatan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Zainal mengatakan JAD yang sudah terafiliasi dengan FPI di Lamongan kerap melakukan berbagai aksi dengan dalih menegakkan nilai-nilai Islam.

Aksi yang mereka lakukan seperti menutup tempat maksiat, tempat perjudian, tempat minuman keras hingga warung remang-remang.

“Dan tidak jarang kita berbenturan dengan masyarakat. Sehingga kami di stigma sebagai organisasi yang keras, organisasi yang mengedepankan dengan kekerasan,” kata Zainal.

“Sampai kemudian kami mendapat peringatan keras dari DPW [FPI]. sampai kemudian kami juga terhubung dengan Habib Rizieq,” ujarnya menambahkan.

Tak hanya itu, Zainal mengatakan JAD dan FPI sama-sama memiliki keinginan untuk menegakkan syariat Islam di Indonesia.

Namun, cerita berubah ketika Zainal dan para pentolan JAD yang tergabung di FPI Lamongan itu bertemu dengan Aman Abdurahman pada 2008.

Kala itu, kata Zainal, pihaknya bertemu dan mengikuti majelis taklim yang dipimpin Aman di Surabaya. Mulai dari sana, pihaknya berubah haluan menjadi pengikut dan menganut manhaj tauhid serta jihad seperti yang dilakukan Daulah Islamiah.

“Maka kami juga menggabungkan diri kepada daulah ini sehingga terjadilah acara baiat kami pada Syeh Abu Bakar Al Baghdadi waktu itu,” kata dia.