MUI Tolak Tegas Aktivitas Terorisme di Papua

TOTHEPOINT– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua menolak dengan tegas segala aktivitas yang berkaitan dengan terorisme di tanah Papua.

Penegasan ini disampaikan Ketua MUI Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al Payage di Jayapura menanggapi penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di wilayah Kabupaten Merauke, Papua.

Menurut KH Saiful Islam, aktivitas terorisme sangat bertentangan sekali dengan falsafah negara. Menurutnya bangsa Indonesia sudah jelas Pancasila adalah falsafah.

“Saya sebagai Ketua MUI Papua sangat sedih dan menyesalkan bilamana ada orang Islam yang mana mau mengubah ideologi negara ini,” tuturnya dilansir dari Kabar Papua, Jumat 4 Juni 2021.

Ia mengimbau seluruh umat Islam di Papua agar tidak mengikuti terorisme apalagi pemahaman yang bertentangan dengan Pancasila maupun pemahaman yang bertentangan dengan toleransi antar umat beragama.

“Papua memiliki berbagai macam suku, agama dan ras, sehingga jangan sampai ada lagi umat Islam melakukan gerakan (terorisme) tersebut,” pesan KH Saiful Islam.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap 11 terduga teroris di wilayah Kabupaten Merauke. 10 terduga teroris ditangkap Jumat 28 Mei, sedangkan satu terduga teroris ditangkap Sabtu 29 Mei 2021.

Mereka ditangkap di Distrik Jagebob, Kurik, Tanah Miring dan Merauke. Mereka yakni AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, sedangkan AP dan IK adalah pasangan suami istri.

Selain menangkap 11 terduga teroris, Densus 88 juga mengamankan bahan peledak padat dan cair dari lokasi penggerebekan, sebagaimana keterangan Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji.

Tak hanya itu, Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri juga menyebut adanya senjata api diamankan bersama panah. Menurutnya, belasan terduga teroris ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Jaringan ini pernah melakukan aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar pada Januari 2021.(*)