MUI: Ada 16.000 Orang Bergabung Organisasi Terorisme Irfan Ma’ruf

TOTHEPOINT –Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Penanganan Terorisme, M Najih Arromadloni menyebut saat ini jumlah orang yang masuk dalam kelompok teroris di Indonesia sangat mengkhawatirkan.

Menurutnya ada sebanyak 16.000 orang yang masuk dalam kelompok jaringan teroris yang siap melakukan aksinya.  M Najih menyebut data itu didapat MUI dari penelitian yang dilakukan sejumlah lembaga.

Dia mengatakan 16.000 orang tersebut bergabung ke sejumlah kelompok teroris.  “Sangat menghawatirkan. Yang teror saja yang sudah siap yang ada dalam kelompok Jamaah Islamiah itu anggotanya ada lebih dari 6.000 orang,” kata M Najih saat dialog yang disiarkan di Youtube Deddy Corbuzier, Rabu (23/6/2021).

Dia menyebut angka itu diperoleh pada tahun 2020 setelah pimpinan JI, Para Wijayanto ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada tahun 2019 di Kranggan, Bekasi, Jawa Barat. Lihat juga: Prof Zubairi Djoerban Angkat Bicara Soal Kasus Positif Covid-19 yang Melonjak, Usul Lockdown 2 Minggu

Selain kelompok Jamaah Islamiyah, kelompok lain yang melakukan aksi terorisme yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Setidak ada lebib dari 9.000 orang yang tergabung dalam kelompok-kelompok tersebut.  “JI 6.000 orang, digabung dengan JAD, MIT, JAT estimasi 16.000 orang,” katanya.

Angka itu menurutnya belum termasuk orang yang berada di lapisan bawah yang belum dikategorikan siap melakukan teror. Dia menyebut MUI telah lama melakukan koordinasi dengan BNPT. Bahkan menurutnya data tersebut juga berasal dari BNPT.  “Sudah koordinasi, itu pun sebetulnya data dari BNPT awalnya,” tuturnya.