Menteri PRPA Bintang Puspayoga Tinjau Pos Pengungsian Longsor Sumedang: Utamakan Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Foto: Menteri PRPA, Bintang Puspayoga saat mengunjungi lokasi pengungsian korban longsor Sumedang

Tothepoint.id, Sumedang- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PRPA) Bintang Puspayoga lakukan peninjauan ke daerah terdampak longsor di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari agenda tersebut adalah untuk memastikan kondisi perempuan dan anak terdampak longsor di pos pengungsian Taman Burung, Kecamatan Cimanggung.

“Kemen PPPA mengupayakan kerjasama dengan stakeholder di daerah untuk membangun Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA), sehingga diharapkan dapat memberikan ruang yang nyaman dan aman bagi perempuan dan anak di tempat pengungsian,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga usai meninjau posko pengungsian.

Selain itu, Kementrian PRPA juga menyediakan layanan pengaduan, dukungan psikososial bagi perempuan dan anak berupa dukungan pemberdayaan. Hal itu kata Bintang sebagai bentuk upaya memberikan dukungan pasca bencana bagi perempuan dan anak.

“Sesuai data terdapat 24 perempuan kepala keluarga. Ini harus jadi perhatian kita semua agar perempuan kepala keluarga khususnya yang baru ditinggal suaminya sehingga mereka dapat melanjutkan hidup dan kehidupan bersama anak-anaknya. Kita akan lebih intens komunikasikan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pendampingan perempuan kepala keluarga di tempat pengungsian,” kata Menteri Bintang, Jumat (22/01/2020).

“Kami dari Kemen PPPA hadir hari ini ingin memastikan kondisi perempuan dan anak. Sesuai mandat Undang-Undang tentang Bencana, perempuan (terutama perempuan hamil dan menyusui), anak, disabilitas, dan lansia adalah kelompok rentan, yang harus diprioritaskan dalam mitigasi dan situasi bencana. Pemenuhan hak-haknya harus diperhatikan karena mereka memiliki kebutuhan-kebutuhan yang khusus dan spesifik,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga menerangkan dalam penanggulangan bencana agar kepentingan perempuan dan anak menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, Kemen PPPA terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, juga pemerintah daerah untuk dapat menyediakan layanan psikologis bagi para pihak, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

“Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk hadir secara nyata dalam upaya-upaya perlindungan perempuan dan anak di situasi paling sulit sekalipun. Untuk ke depannya pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah akan terus bergandengan tangan, bergotong royong, dan memberikan perlindungan yang terbaik dalam hal penanggulangan bencana, hingga pada saat pasca bencana.