Menkes AS Serukan Penyelidikan Tahap Kedua Asal-usul Corona

Virus Corona. Foto: https://www.ruparupa.com/blog/bersama-cegah-virus-corona-mengepidemi-indonesia/
Virus Corona. Foto: https://www.ruparupa.com/blog/bersama-cegah-virus-corona-mengepidemi-indonesia/

– 

TOTHEPOINT-Amerika Serikat (AS) menyerukan agar penyelidikan tahap kedua untuk asal-usul virus Corona (COVID-19) segera dilakukan. AS juga mencetuskan agar dalam fase kedua nantinya, para pakar internasional diizinkan mengevaluasi sumbernya dan data ‘hari-hari awal wabah’ Corona merebak.

Badan-badan intelijen AS diketahui tengah memeriksa laporan yang menyebut para peneliti di laboratorium Institut Virologi Wuhan di China mengalami sakit serius yang gejalanya sesuai dengan COVID-19 dan penyakit musiman biasa pada November 2019, atau sebulan sebelum kasus Corona pertama terdeteksi di China.

Sejumlah sumber pemerintah AS memperingatkan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang memperkuat teori virus Corona bocor dari laboratorium Wuhan.

Informasi soal sejumlah peneliti laboratorium Wuhan jatuh sakit sebelum wabah Corona diumumkan China itu disampaikan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), dalam laporan pada Minggu (23/5). Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyebut laporan itu ‘sama sekali tidak benar’.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/5/2021), Menteri Kesehatan (Menkes) AS, Xavier Becerra, mencetuskan penyelidikan tahap dua terhadap asal-usul virus Corona dalam pesan video yang ditayangkan saat pertemuan level menteri tahunan digelar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pekan ini.

“Fase 2 kajian asal-usul COVID harus diluncurkan dengan kerangka acuan yang transparan, berdasarkan sains, dan memberikan kebebasan pada pakar internasional untuk sepenuhnya mengakses sumber virus dan hari-hari awal wabah,” cetus Becerra dalam forum itu.

Becerra tidak secara langsung menyebut China, di mana kasus Corona pertama pada manusia terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019.

Hingga kini, asal-usul virus Corona masih menjadi perdebatan. Dalam laporan yang dirilis Maret yang disusun secara bersama-sama dengan para ilmuwan China, tim pakar pimpinan WHO menyatakan virus Corona kemungkinan ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui binatang lainnya.

“Penularan melalui insiden laboratorium dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin,” imbuh laporan itu.

Dalam pernyataan kepada Reuters, juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, menyatakan pihaknya tengah mengkaji rekomendasi dari laporan tersebut pada level teknis.

“Tim teknis akan mempersiapkan proposal untuk kajian selanjutnya yang perlu dilakukan, dan akan menyerahkannya kepada Direktur Jenderal untuk dipertimbangkan,” tutur Jasarevic, merujuk pada Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.Jasarevic juga menekankan pernyataan Tedros pada 30 Maret lalu, yang menyatakan bahwa kajian lebih lanjut diperlukan di berbagai bidang, termasuk deteksi dini untuk kasus dan klaster Corona, peran potensial pasar hewan, penularan melalui rantai makanan dan hipotesis insiden laboratorium.(*)