Mengesankan, Dibalik Penamaan Wamena Di Papua Mempunyai Kisah Unik

Tothepoint.id, Papua – Wamena merupakan nama ibukota dari Kabupaten Jayawijaya, Papua. Wamena berada di Lembah Baliem pada ketinggian 1.650 MDPL. Suasananya begitu dingin, terlebih di sore harinya.

Berkunjung ke Wamena hanya bisa menggunakan pesawat dari Bandara Sentani, Jayapura. Wamena menjadi daerah penghunbung kabupetan-kabupaten di tengah Papua. Karena Wamena saja yang memilki landasan pacu yang memadai untuk pesawat berbadan lebar.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menjelaskan asal-usul penamaan wamena dari pelbagai versi cerita rakyat Suku Dani. Dulunya, tempat bernama Ahgamua di Pegunungan Jayawijaya. “Kawasan Ahgamua ini berupa lembah yang luas, subur, dan indah,” ungkap Hari Suroto (13/12).

Ahgamua adalah daerah yang dingin, acap berkabut, dilingkari gunung, dan dilalui Suangai Baliem yang arus deras. Rumah-rumah Ahgamua beratap alang-alang, disebut juga dengan honai. Suku Dani tinggal di Ahgamua karena tanah yang subur.

Mata pencarian Suku Dani di Ahgamua yaitu berkebun dan beternak babi. Babi adalah binantang peliharaan dana aset bagi masyarakat setempat. Babi menjadi simbol adat untuk menyelasaikan rentetan upacara maskawin. Hingga pada suatu hari, gadis-gadis Suku Dani hendak mandi ke Sungai Baliem.

Saat itu, secara tak sengaja seorang pira kulit putih mampir ke pinggir sungai. Para gadis ini pun terkejut. “Eye… eye… eye… ap molah! Ap molah!” teriak mereka ini. Ap molah itu sebutan orang asing berkulit putih. Karena takut, mereka pun lari dari sungai.

Hanya satu gadis yang tidak takut kepada ap molah ini. Pria kulit putih itu memberinya salam dengan bahasa isyarat. Ia menggerakkan tangan dan berkata dalam bahasa Belanda, “wess niet bang!”. Maksudnya jangan takut. Malah gadis ini tidak mengerti.

Pria tadi justru mendekati gadis itu dan bertanya, “hoe heet dit plek (apa nama tempat ini)?” tepat saat ia bertanya muncul seekor anak babi di pinggir Sungai Baliem itu. Lantas gadis ini berteriak “Wamena!”. Dalam bahasa Suku Dani, Wamena artinya anak babi peliharaaan.

Gadis ini sejatinya berkata “wamena” kepada teman-temannya. Memberi tahu kalau ada anak babi yang lepas dari kandang. Namun pria kulit putih ini malah berkata “zijn naam(namanya) Wamena”. Mereka saling tak paham lagi dengan apa yang terjadi. Bersama-sama mereka berjalan ke arah timur Ahgamua.

Setelah itu banyak orang Belanda terbang ke Sentani di lapangan terbang Ahgamua ini. Mereka mukim di sekitar lapangan dan membangun rumah dengan seng.

Orang-orang Belanda datang menyebut tempat itu dengan nama Wamena, bukan Ahgamua. “Hingga kini, Ahgamua dikenal dengan Wamena,” tegas Hari Suroto juga Dosen Arkeologi Universitas Cendrawasih.

https://travel.tempo.co/read/1413973/nama-wamena-papua-bermula-dari-spontanitas-kisah-gadis-pria-belanda-anak-babi/full&view=ok