Mengenal Budi Said, Crazy Rich Surabaya yang Cari Untung Lewat Pengadilan

Foto: Budi Said

Tothepoint.id, Jakarta- Budi Said belakangan santer dibicarakan lewat gugatannya ke PT Aneka Tambang (ANTAM). Ia dikenal sebagai sosok yang doyan keluar masuk pengadilan karena nilai tuntutannya yang fantastis sekaligus janggal.

Bahkan dalam deretan kasusnya, Budi secara menang atas sejumlah aset milik perusahaan maupun personal lain yang berurusan dengan Budi.Berdasarkan data dari Pengadilan Negeri Kota Surabaya, tercatat Budi tengah menjalani 12 perkara. Tidak heran ada sinyalemen Budi Said menjadi kaya raya berkat kerap berperkara di pengadilan.

Ditelusuri dari riwayat persidangan di laman resmi PN Surabaya, diketahui, Budi pertama kali digugat pada 30 Januari 2020 lalu. Saat itu, ia diduga melakukan tindakan melawan hukum terhadap PT. Taman permai Indah.

Budi digugat bersama perusahaan yang ia pimpin yakni PT Trijaya Kartika Grup yang bergerak di bidang properti, beberapa properti mewah seperti perumahan, apartemen hingga plaza berada di bawah perusahaan tersebut.

Dalam kasus pertamanya itu, Budi, PT Trijaya Kartika dan dua pihaknya lainnya bersalah dengan membayar kerugian sebesar Rp50 miliyar dan sejumlah bidang tanah di Surabaya disita. Kasus serupa juga terjadi pada 13 Mei 2016 lalu, dimana dalam kasus itu Budi juga dinyatakan bersalah atas objek tanah sengketa seluas 16.766 m2 yang terletak di Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Kenjeran, Surabaya atas gugatan yang dilayangkan oleh Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur. Dalam kasus perdata tersebut, Budi juga diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp12 miliar.

Setelah dua kali kalah di pengadilan, Budi kemudian merasakan kemengan dalam berperkara di pengadilan pada 27 Juli 2018 atas kasus pembelian tanah dari 4 pihak personal. Dalam perkara ini, Budi menang atas tanah 178 meter persegi di Surabaya.

Lalu pada 25 November 2019. Budi dinyatakan menang atas perkara gugatan berupa itikad buruk dari PT Jawa Nusa Wahana dalam perjanjian jual beli yang tidak terlaksana selama 14 tahun.Kemudian pada 7 Januari hingga 7 Februari 2020, ia menggugat PT Antam dan sejumlah pihak lainnya atas pembelian emas senilai Rp3,5 triliun.

Dalam gugatan tersebut, ia melayangkan gugatan yang belakangan dianggap tidak masuk akal karena melibatkan broker dalam pembelian dengan diskon sehingga menuntut emas sebanyak 1,1 ton atau denda sebesar Rp800 miliar lebih.

Usai kasus Antam, Budi kembali memainkan gugatan dan menang atas pembatalan perjanjian kerjasama dengan PT. Avila Prima Intra Makmur antara 14 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021. Pada perkara ini, Budi menggugat PT Avila atas tanah seluas 185.414,28 meter persegi di dalam areal Komplek Perumahan Argent Parc Sidoklumpuk Sidoarjo.

Dengan deretan kasusnya tersebut, Budi kini dikenal sebagai Crazy Rich Surabaya yang kerap mencari untung dari sejumlah perkara di pengadilan sehingga berpotensi merugikan negara.

Hingga berita ini diterbitkan, kami belum dapat mengkonfirmasi Budi Said.