Mengejutkan! Polri Ungkap Syam Organizer Ternyata Dikelola Jaringan Teroris

TOTHEPOINT – Secara mengejutkan Polri mengungkapkan bahwa lembaga swadaya masyarakat (LSM) Syam Organizer merupakan yayasan amal yang dikelola oleh organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI). Yayasan itu sendiri disebut-sebut dikelola untuk keperluan penggalangan dana dan menunjang kegiatan-kegiatan terorisme, sehingga mereka tetap bisa berkembang hingga saat ini.

“Syam Organizer merupakan yayasan amal milik organisasi Jamaah Islamiyah yang berkantor pusat di Yogyakarta,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (16/8).

Pengelolaan yayasan tersebut juga dilakukan untuk menarik simpati masyarakat melalui program-program kemanusiaan. Menurut Ramadhan, Syam Organizer melakukan itu agar tak terlacak dari kecurigaan aparat.

“Selain itu, dapat bergerak secara leluasa dalam melakukan penggalangan dana sehingga mendapat dana yang maksimal,” jelas Ramadhan.

Sejauh ini, kata dia, terdapat beberapa program yang dikelola oleh Syam Organizer yang kemudian dikemas seperti misi kemanusiaan di Suriah atau Palestina. Misalnya, memasok air bersih ke Palestina dengan memiliki tiga sumur air di wilayah konflik dan perang tersebut.

Kemudian, bantuan untuk pembangunan rumah dan kebutuhan sehari-hari lain. Kemudian, turut terlibat menggalang dana dalam hari-hari besar umat Islam seperti Ramadhan. Aliran dana dari Syam Organizer kemudian terlacak ke jaringan Jamaah Islamiyah pada 2013-2017. Kala itu, mereka turut mengirimkan anggotanya ke Suriah berbekal dana yang telah dikumpulkan.

“Untuk organisasi JI, dimasukkan ke dalam brankas yang telah disita di kantor pusat di Yogyakarta, dan sebagian untuk operasional disimpan ke dalam rekening Syam Organizer,” ujar dia.

Berdasarkan profil lembaga yang diunggah dari situs syamorganizer.og, lembaga itu telah berdiri sejak tahun 2013 silam. Cikal bakal Syam organizer adalah sebuah event organizer (EO) yang mengadakan roadshow tabligh akbar. Mereka mengabarkan keadaan umat islam yang terzalimi di seluruh dunia.

Memiliki 29 kantor cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan menyandang predikat audit keuangan Wajar Tanpa Pengecualian tahun 2018-2019. Predikat ini dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik Independen. Pula sudah terdaftar di Kemenkumham dengan nomor AHU-AH.01.06-0006744 Tahun 2017.