Menerima Hibah Riset Nasional, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Masuk Jajaran 3 Besar PTN

Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Masuk Jajaran 3 Besar PTN. Foto : Akurat.co
Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Masuk Jajaran 3 Besar PTN. Foto : Akurat.co

Tothepoint.id, Jakarta – Resmi menerima dana hibah riset Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh Masuk dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi negeri.

Prof Toufik Fuadi Abidin selaku Kepala LPPM Universitas Syiah Kuala mengatakan informasi universitas tersebut masuk tiga besar tersebut diperoleh setelah diumumkan oleh Menristek dan Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro di Jakarta.

Ia juga menambahkan USK masuk tiga besar penerima hibat riset kompetitif nasional untuk perguruan tinggi klaster mandiri dilaur Perguruan Tinggi Badan Hukum (Non BTN BH).

Adapun dana hibah yang diterima oleh USK naik signifikan dari tahun sebelumnya. Pada 2020 dana hibah USK naik sekitar 45,27 persen, dari dana awal Rp 6,7 miliar dan pada tahun 2021 bertambah menjadi Rp 3,1 miliar.

“Alhamdulillah, dari 47 perguruan tinggi klaster mandiri di Indonesia, USK berada di peringkat 3 besar,” kata Taufik.

Ia pun berharap riset-riset yang telah didanai tersebut dapat menghasilkan penelitian dan produk inovasi, sehingga berguna dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan dalam masyarakat serta juga mendorong pembangunan nasional.

Prof Samsul Rizal selaku Rektor Universitas Syiah Kuala juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaian itu. Karena baginya dana hibah riset itu penting, mengingat selama ini USK masih terus menguatkan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis riset.

Ia mengatakan komitmen tersebut direalisasikan USK dengan mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dana tersebut bertujuan untuk menstimulasi para dosen/peneliti melakukan kajian atau penelitian untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Prof Samsul Rizal juga menambahkan, USK akan menjadi PTN-BH pada tahun ajaran baru mendatang.

“Bagi Universitas Syiah Kuala dana hibah riset ini menjadi sangat berarti karena dapat mendorong kampus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi berbasis riset, sekaligus untuk mendukung upaya transformasi kita menjadi PTN-BH, sehingga kampus ini bisa berkiprah lebih luas lagi untuk masyarakat,” kata Samsul.

Adapun peringkat pertama dan kedua peraih dana riset terbesar adalah Universitas Brawijaya sebesar Rp 12 miliar dan Universitas Andalas dengan total Rp 10,9 miliar, sedangkan USK, berhasil meraih dana riset kompetitif nasional sebesar Rp 9,8 miliar dari 82 judul. (SDJ)