Melihat Jejak Politik Netanyahu Memimpin Israel Selama 12 Tahun

 TOTHEPOINT – Benjamin Netanyahu resmi meletakkan jabatan Perdana Menteri Israel yang telah didapuknya selama 12 tahun berturut-turut.

Keputusan ini dibacakan Parlemen Israel, Knesset, yang mengesahkan kabinet baru yang dipimpin oleh Naftali Bennet, Minggu.

Bennet menang tipis dari pemungutan suara di parlemen dengan perolehan suara 60-59 dari total 120 anggota Knesset.

Berikut adalah tanggal-tanggal penting dalam kehidupan pemimpin terlama Israel, Benjamin Netanyahu seperti dikutip AFP.

– 21 Oktober 1949: Netanyahu lahir di Tel Aviv dalam keluarga sekuler. Ayahnya adalah seorang sejarawan yang aktif dalam kelompok-kelompok Zionis sayap kanan. Dia dibesarkan di Yerusalem sebelum keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Di negara itu, di mana dia bersekolah di sekolah menengah di Philadelphia.

– 1973: Ia menjadi kapten di unit elit tentara Israel, setelah mengambil bagian dalam serangan di Yordania dan Libanon dan bertempur dalam perang Yom Kippur.

– 1976: Ia lulus dari Massachusetts Institute of Technology yang mengambil pendidikan doktor dalam ilmu politik dan kembali ke Israel. Di tahun yang sama, saudaranya Yoni adalah satu-satunya komando Israel yang tewas dalam serangan Entebbe untuk membebaskan penumpang dari pesawat yang dibajak di Uganda.

– 1993: Netanyahu mengkritik Kesepakatan Damai Oslo dan menjadi pemimpin partai sayap kanan Likud.

– 1996: Ia terpilih sebagai perdana menteri termuda Israel pada usia 46 tahun.

– 2002: Kembali ke pemerintahan sebagai menteri setelah kalah dalam pemilu 1999.

– 2009: Terpilih kembali perdana menteri Israel dan memulai rekor menjabat selama 12 tahun berturut-turut.

– 2015: Mengutuk negosiasi nuklir Presiden AS Barack Obama dengan Iran dalam pidato kontroversial di depan Kongres.

– 2019: Didakwa karena penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan publik setelah penyelidikan korupsi selama tiga tahun. Tuduhan ini membuat Netanyahu terancam dijebloskan ke penjara.

– 2020: Israel menjadi negara pertama dari empat negara Arab lain yang berhasil mendapat perjanjian normalisasi bersejarah dengan Amerika Serikat atas dukungan Presiden Trump.

– 2021: Melihat rekor masa jabatannya berakhir setelah mosi percaya pada 13 Juni yang membuat kubu koalisi “perubahan” yang bersatu melawan kekuasaan Netanyahu.(*)