Melanggar Aturan, Pengendara Moge ditendang, Paspampres: Itu Paling Ringan, Aturannya Ditembak

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmakassar.terkini.id%2Fpertama-kali-wapres-maruf-tinjau-mako-paspampres%2F&psig=AOvVaw0nvoNOSjQOi2eD2oHHftGt&ust=1614530341279000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCJCTw8fAiu8CFQAAAAAdAAAAABAm
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmakassar.terkini.id%2Fpertama-kali-wapres-maruf-tinjau-mako-paspampres%2F&psig=AOvVaw0nvoNOSjQOi2eD2oHHftGt&ust=1614530341279000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCJCTw8fAiu8CFQAAAAAdAAAAABAm

Tothepoint.id-Letkol (Inf) Wisnu Herlambang selaku Asisten Intelijen Paspampres,  membenarkan kejadian pengendara motor gede (moge) ditendang anggota Paspampres di sekitar area Istana Kepresidenan,dan ramai menjadi perbincangan di sosial media.

Menurut Wisnu tindakannya menyalahi aturan. Pasalnya, para pengendara moge itu menerobos area VVIP sekitar Istana Kepresidenan. Sehingga Paspampres melakukan langkah pengamanan instalasi VVIP.

“Kalau itu hanya ditendang, tidak dipukul. Dan sebetulnya itu sudah tindakan yang paling ringan. Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak, dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam,” kata Wisnu kepada wartawan, Jumat, 26 Februari 2021.

Sebelum video yang menunjukkan rombongan pengendara motor dihadang Paspampres, tersebar luas di media sosial. Dalam video itu, tampak petugas Paspampres berusaha menghentika rombongan pengendara motor di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Namun, hal yang menjadi perhatian, terlihat salah seorang petugas menggenggam pistol sembari menendang salah satu motor pengendara hingga terjatuh.

Wisnu membenarkan, bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat. Pada Minggu, 21 Februari 2021 sekitar pukul 06.00, jalan di sekitar istana sudah ditutup polisi. Namun, para pengendara moge  tersebut nekat menerobos.

“Anggota Paspampres yang sedang melaksanakan tugas pengamanan instalasi di Kantor Wapres terpaksa melumpuhkan pengendara motor/komunitas motor yang sedang melaksanakan Sunday Morning Riding (Sunmori) karena memaksa menerobos Jalan Veteran III yang ditutup oleh pembatas jalan (cones),” ujarnya.

Tindakan yang dilakukan Paspampres merupakan bentuk kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami kan tidak tahu dia mau menerobos mau apa, mau sabotase, mau apa. Jadi sebagai bentuk kewaspadaan, kami harus lumpuhkan. Ada buku petunjuk teknis kami untuk melaksanakan prosedurnya,” ucap Wisnu