Mantan Teroris di Bengkulu Tolak Radikalisme

Tothepoint.id- Wildan Edi alias Ustadz Wildan, eks Napi Teroris (Napiter) yang berdomisili di Pasar Baru, Kota Bengkulu baru-baru ini dinyatakan bebas berdasarkan surat keputusan Kemenkum dan HAM RI kantor wilayah Jawa Barat. Pasca bebas dari lapas kelas IIA Cibinong pada tanggal 22 Januari 2021 lalu, Wildan menyatakan diri bahwa dirinya menyesal terhadap kesalahan masa lalunya dalam memahami beberapa perkara pokok dalam Islam.

Dirinya akui penyesalan ini secara terang-terang bahkan ia juga berjanji untuk siap mendukung pihak aparat keamanan dan pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketentraman negara ini terkhusus di Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya itu, ia juga menyadari bahwa dirinya tinggal dan mencari nafkah di negara Republik Indonesia ini, maka sepatutnya harus mengikuti aturan yang ada di negara ini.

Selain itu iuga, Wildan menyatakan sikap untuk membenahi apa yang salah pada dirinya dan mengajak kepada seluruh Eks Napiter untuk membenahi apa yang salah dalam pemahaman di masa lalunya tentang beberapa perkara dalam ajaran Islam.

“Mari benahi apa yang salah dari pemahaman selama ini dan tolak keras segala bentuk paham radikalisme yang mengarah pada aksi teror yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat muslim di Bengkulu bahkan seluruh Indonesia, jelas yang salah bukan Agama tapi salah dirinya dalam memahami sesuatu.

“Maka jangan sampai Islam menjadi salah di tengah masyarakat. Kita harus tetap berdakwah dengan apa adanya seperti yang diajarkan Islam,” ucapnya.

Begitu lantang dirinya mengajak masyarakat untuk menolak paham radikalisme. Ia minta masyarakat harus berhati-hati dengan paham radikalisme ini, informasi harus dicroschek.

“Maka itu, kabar yang tidak baik harus kita croscheck dulu, jangan kita telan mentah-mentah. Atau bahkan tanyakan dengan yang ahlinya dan jika kita tidak tahu lebih baik diam agar tidak terjadi fitnah,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, sampaikanlah apa yang benar walaupun itu pahit. Jika perlu duduk bersama agar kehilafan serta kesalahpahaman bisa diselesaikan, jangan sampai menjadi keburukan bagi diri kita, keluarga bahkan bangsa ini.

“Sekali lagi saya sampaikan, mari jaga ketertiban, keamanan, kenyaman yang ada di negara kita ini,” pungkasnya.