Mantan dan Plt Kadis Kesehatan Sumut Diperiksa Soal Kasus Vaksin Ilegal

Pekan Pertama Februari, Vaksinasi Nakes Capai 700 Ribu Lebih Hingga. Foto : Halodoc
Pekan Pertama Februari, Vaksinasi Nakes Sudah Capai 700 Ribu Lebih Hingga. Foto : Halodoc

TOTHEPOINT-Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Sumatera Utara (Sumut), Alwi Muhajit dan pelaksana tugasnya, Aris Yudhariansyah diperiksa pihak kepolisian. Dia diperiksa soal kasusĀ penjualan vaksin virus Corona (COVID-19) secara ilegal.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan pemeriksaan mereka. Dia menyebut keduanya diperiksa sebagai saksi. “Ya diambil keterangannya sebagai saksi,” kata MP Nainggolan dimintai konfirmasi, Senin (24/5/2021).

Nainggolan tidak menjelaskan secara rinci soal pemeriksaan tersebut. Informasi dihimpun, pemeriksaan itu dilakukan pada hari ini.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya masih menyelidiki soal kasus tersebut. Dia menyebut siapapun yang memiliki keterlibatan bakal dimintai keterangannya.

“Seperti yang disampaikan oleh Kapolda, pada saat rilis pertama bahwa siapa pun, oknum siapa pun yang memiliki keterlibatan dalam perkara itu akan kita panggil, akan kita mintai keterangan. Semua alat bukti dan sebagainya akan kita kumpulkan, sekarang penyidik masih terus bekerja,” sebut Hadi.

Hadi menyebut saat ini petugas dari Ditkrimum dan Ditkrimsus sedang bekerja. Siapa pun nanti, jika cukup bukti tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru

“Biarkan teman-teman penyidik Ditkrimum, Ditkimsus bekerja. Nanti update bakal kita sampaikan. Siapa pun itu jika cukup bukti, pasti akan dikenakan tersangka baru,” ujar Hadi.

Sebelumnya empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menjual vaksin COVID-19 secara ilegal di Sumut. Keempat orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan.

Keempat tersangka itu terdiri dari dua ASN Dinkes Sumut, IW dan KS, seorang ASN Kanwil Kemenkumham Sumut, SH, serta seorang swasta SW. Mereka dijerat dengan pasal suap.

“Dugaan tindak pidana korupsi suap menyuap dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang tidak sesuai peruntukkannya kepada beberapa kelompok masyarakat,” kata Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra, di Polda Sumut, Medan, Jumat (21/5).

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan pihaknya masih menyelidiki soal kasus tersebut. Dia menyebut siapapun yang memiliki keterlibatan bakal dimintai keterangannya.

“Seperti yang disampaikan oleh Kapolda, pada saat rilis pertama bahwa siapa pun, oknum siapa pun yang memiliki keterlibatan dalam perkara itu akan kita panggil, akan kita mintai keterangan. Semua alat bukti dan sebagainya akan kita kumpulkan, sekarang penyidik masih terus bekerja,” sebut Hadi.

Hadi menyebut saat ini petugas dari Ditkrimum dan Ditkrimsus sedang bekerja. Siapa pun nanti, jika cukup bukti tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru

“Biarkan teman-teman penyidik Ditkrimum, Ditkimsus bekerja. Nanti update bakal kita sampaikan. Siapa pun itu jika cukup bukti, pasti akan dikenakan tersangka baru,” ujar Hadi.

Sebelumnya empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menjual vaksin COVID-19 secara ilegal di Sumut. Keempat orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan.

Keempat tersangka itu terdiri dari dua ASN Dinkes Sumut, IW dan KS, seorang ASN Kanwil Kemenkumham Sumut, SH, serta seorang swasta SW. Mereka dijerat dengan pasal suap.

“Dugaan tindak pidana korupsi suap menyuap dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang tidak sesuai peruntukkannya kepada beberapa kelompok masyarakat,” kata Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra, di Polda Sumut, Medan, Jumat (21/5).(*)