Loka POM Temukan Peredaran Obat-Obatan Terlarang di Timika

TOTHEPOINT-Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) Timika menemukan salah satu jenis obat yang peredarannya sudah dilarang sejak tahun 2013.

Kepala Loka POM Timika, Lukas Dosonugroho menjelaskan, obat yang dimaksud adalah dextromethorphan. Obat jenis ini digunakan untuk mengobati batuk dan pilek.

Namun, kerap disalahgunakan oleh sebagian masyarakat untuk mabuk dengan dosis yang tidak terkontrol dan tanpa resep dokter.

“Kalau untuk mabuk berarti sekali minum kadang mereka minum 10 tablet bahkan bisa lebih. Nah ini yang bahaya,” kata Lukas dilansir dari Seputar Papua.

Lukas mengungkapkan, obat yang tidak memiliki ijin edar itu ditemukan di salah satu toko yang enggan disebutkan namanya beberapa waktu lalu.

“Pemiliknya sudah kita tangkap. Masih dalam proses pengembangan,” katanya.

Menurutnya, sang pemilik toko sengaja menjual obat yang biasa disebut dextro ini.

Pasalnya, Loka POM sudah sering mensosialisasikannya bahaya penggunaannya yang bisa membuat penggunanya berhalusinasi, keracunan bahkan berujung kematian. “Dan pelaku sudah mengetahui hal itu,” lanjutnya.

Obat ini kata Lukas sebenarnya secara resmi sudah tidak ada di Indonesia. Namun pada kenyataannya masih ada, kemungkinan kata dia ada yang memproduksinya secara ilegal.

“Kemudian ada juga yang mendatangkan dari negara-negara tetangga. Kalau di negara-negara tetangga obat ini tidak disalah gunakan, jadi masih dijual disana,” ungkapnya.

Penemuan obat ini di Kabupaten Mimika sudah terjadi sejak Tahun 2019 dan 2020 lalu. Di tahun 2019, pelakunya sudah ditangkap namun kasusnya dihentikan karena pelaku meninggal dunia. Sementara untuk pelaku di tahun 2020 belum tertangkap hingga saat ini.

“Mereka pemakai juga. Mereka pengedar. Nanti tugas kami Loka POM melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum dan pelajar di sekolah-sekolah,” tutupnya.(*)