KPK Selidiki Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Kemnkeu

Tothepoint.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah melakukan penyidikan terkait dugaan suap pajak. Nilainya, mencapai puluhan miliar rupiah.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata yang membenarkan bahwa pihaknya kini sedang melakukan penyidikan.

“Kami sedang penyidikan betul, tapi tersangkanya nanti dalam proses penyidikan itu kan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Nanti kalau sudah alat buktinya cukup, tentu akan kami ekspose,” ujar Alex kepada wartawan di Gedung Penunjang Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/3).

Alex menyebut bahwa pihaknya belum bisa membeberkan apakah sudah ada tersangka atau belum dalam perkara yang sedang didalaminya.

“Itu yang belum kita sampaikan,” kata Alex.

Alex pun menjelaskan bahwa perkara yang sedang ditangani terkait dengan penanganan pajak.

“Pemeriksaan pajak gimana caranya supaya itu rendah, prinsipnya begitu. Selalu ada timbal balik ketika itu menyangkut perpajakan itu ada kepentingan PT dengan pejabat pajak, kalau mau pajaknya rendah ada upahnya kan gitu, tentu semuanya itu melanggar ketentuan peraturan di bidang perpajakan,” jelas Alex.

Perkara itu pun kata Alex, nilai suapnya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Nilai suapnya besar juga puluhan miliar juga. Kalau di pajak kan modusnya seperti itu, gimana caranya supaya WP (Wajib Pajak) bayar pajak rendah dengan cara menyuap pemeriksanya agar pajaknya diturunkan. Kalau tidak pemerasan, pemerasan kan pemeriksaannya ditinggikan supaya bisa memeras,” terang Alex.

Penyidik pun juga telah melakukan penggeledahan dalam perkara ini. Bahkan, KPK juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Jadi itu sinergi antara KPK, Irjen, Dirjen pajak ada kerja sama gitu,” pungkas Alex.

Sementara itu, pihak Kemenkeu dikabarkan akan menggelar konferensi pers terkait perkara yang sedang ditangani KPK.

Acara itu akan dilaksanakan pada hari ini, Rabu (3/3) pukul 13.00 WIB dengan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Dirjen Pajak, Irien dan Stafsus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis.