KPI Minta Televisi Tingkatkan Kualitas Siaran

TOTHEPOINT – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta Stasiun Televisi (TV) untuk beberapa kategori siaran yang kualitasnya masih kurang agar lebih ditingkatkan lagi kualitas program yang ditayangkan kepada publik untuk penguatan literasi.

Koordinator Bidang Riset KPI Pusat Andi Andrianto mengatakan dari delapan kategori siaran ada tiga siaran yang masih jadi catatan khusus.

“Berdasarkan penilaian sementara, ada tiga kategori yang jadi catatan khusus yakni sinetron, variety show dan infotainment. Untuk variety show masih berkutat soal pelanggaran terhadap norma kesopanan dan kesusilaan,” ucap Andi.

Kemudian kategori sinetron, meskipun ratingnya dianggap bagus contohnya sinetron Ikatan Cinta tapi masih ada penilaian yang kurang dari segi kualitas untuk adegan-adegan tertentu.

“Selanjutnya, kategori infotainment, kami berharap infotainment bisa naik kelas, basicnya tidak lagi berdasarkan gosip tapi berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, kategori infotainment yang sebelumnya masuk dalam Anugerah KPI namun sekarang tidak lagi sebab berdasarkan riset yang ada, infotainment tidak pernah berkualitas.

Selain tiga kategori yang disebutkan, kategori berita juga menjadi sorotan dimana sumber berita banyak yang diangkat dari media sosial.

“Untuk sumber berita dari media sosial tidak hanya mencantumkan courtesy dari berita tersebut tapi harapannya ada fungsi verifikasi dan klarifikasi yang lebih ketat yang dilakukan oleh media mainstream karena kekuatan dari media mainstream di situ,” ujarnya.

Sementara Koordinator bidang Kelembagaan KPI Pusat Irsal Ambia mengatakan kegiatan FGD diadakan dengan tujuan untuk mengukur dan menggambarkan seperti apa kualitas penyiaran yang ada di Indonesia.

Selain itu juga menjadi bahan bagi KPI untuk menyusun langkah dan kebijakan dalam upaya meningkatkan kualitas terhadap program siaran.

“Kemudian, FGD ini juga bagian kita untuk meningkatkan literasi kepada publik, terutama yang berkaitan dengan literasi digital, sehingga ini akan menjadi bagian yang paralel, antara digitalisasi penyiaran berbasis internet dan juga penyiaran konvensional yang masih menggunakan frekuensi.,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Rektor I Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Dr Mansyurdin mengapresiasi dan berterimakasih atas dipercayakannya Unand sebagai salah satu perguruan tinggi dari 12 perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam riset tersebut.

“Kami bersyukur, Unand sudah enam tahun bekerja sama dengan KPI dalam riset, semoga para informan yang ada di Unand dapat memberikan karya penelitian terhadap peningkatan kualitas siaran di Indonesia,” harapnya.

Menurut dia, riset yang dilakukan akan berdampak terhadap mutu pendidikan. Oleh karena itu ia berharap FGD ini dapat memberikan rumusan yang baik dan berkontribusi terhadap perkembangan kualitas siaran televisi.(*)