Kontroversi Wajibkan Jilbab di SMKN 2 Padang, Pihak Murid Lapor ke Komnas HAM dan Mendikbud

Video cekcok antara orang tua murid dengan pihak SMKN 2 Padang, Sumatera Barat viral di media sosial. Dalam video berdurasi 15 menit tampak orang tua murid berinisal EH adu argumen dengan pihak sekolah.

Permasalahan yang dihadapi EH disebabkan lantaran pihak sekolah mewajibkan mengenakan jilbab bagi siswi SMKN 2 Padang. Padahal pihak yang bersangkutan berbeda agama.

“Lagi di sekolah SMK Negeri 2 Padang, saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu saja hasil akhirnya. Saya mohon didoakan ya,” tulis akun Facebook EH.

EH mempertanyakan aturan tersebut karena anaknya menimba ilmu di sekolah negeri.“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak,” kata EH dalam video itu.

Dia juga menjelaskan bahwa anaknya sudah dipanggil sekolah karena tidak mengenakan jilbab.”Selama ini kan sekolah daring, baru awal Januari tatap muka. Nah, saat tatap muka itu anak saya kan non-muslim tentu tak pakai jilbab,” jelas EH.

Setelah viral di media sosial, akhirnya pihak sekolah mengevaluasi kebijakan tersebu dan meminta maaf, yang disampaikan melalui jumpa pers di Padang, Jumat (22/01/2021).

Namun, EH tak bergeming sehingga kasus ini berbuntut panjang dan dilaporkan ke Komnas HAM dan Mendikbud. Menurut EH aturan tersebut tidak benar karena masuk ke ranah agama.”Saya sudah minta pengacara untuk mengirim surat ke Komnas HAM RI dan Menteri Pendidikan (Nadiem Makarim). Kita lapor kasus ini,” kata EH, Sabtu (23/1/2021).

https://regional.kompas.com/read/2021/01/23/14262201/kontroversi-aturan-jilbab-untuk-siswi-non-muslim-smkn-2-padang-berujung?page=all