Konsolidasi Kargo, Solusi UMKM Eksportir di Saat Pandemi

TOTHEPOINT –PANDEMI Covid-19 telah melanda dan memporakporandakan perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Sejumlah langkah sudah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui penangan Covid-19 secara langsung dengan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan.

Dalam konteks ekonomi, Pemerintah Indonesia juga menjalankan Prorogram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang didasarkan pada Peraturan Pemerintah No, 23/2020 (PERPU 1/2020 dan UU 2/2020).

Perekonomian Indonesia telah mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi cukup tajam yakni minus 2,07 persen pada 2020 (BI, 2021). Dan kita tidak tahu kapan perlambatan ini akan berakhir. Lalu bagaimanakah wujud PEN ini dalam konteks yang lebih riil bisa dilakukan dan dipromosikan kepada para pelaku ekonomi khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) supaya tetap bisa bertahan dalam krisis pandemi ini? Un

tuk menggenjot ekspor, pemerintah sudah berusaha sekuat tenaga agar roda perekonomian tetap bergerak. Tetapi bagaimana UMKM, bisa melakukan eskpor ke sejumlah negara ketika permintaan menurun drastis? UMKM eksportir juga dihadapkan pada masalah: “bisakah mengirim barang langsung dalam jumlah sedikit?”

Jawabannya: YA, BISA!! UMKM eksportir bisa menggunakan apa yang disebut Less Container Load (LCL) melalui kargo konsolidasi (cargo consolidation).

Model konsolidasi kargo barang ekspor sebenarnya sudah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 145/PMK.04/2014 tentang Ketentuan Kepabeanan di Bidang Ekspor.